Setiap tahunnya, banjir selalu melanda beberapa wilayah di Indonesia terutama banjir Jakarta. Bahkan baru awal tahun baru 2020 saja, Jakarta dan area sekitarnya seperti kawasan Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, dan juga Lebak terkena banjir besar. Tidak hanya menghambat aktivitas warga, bencana banjir juga memakan korban jiwa.

Banjir Jakarta - 10 Penyebab Kenapa Jakarta Sering Banjir

10 Penyebab Banjir Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kalau perubahan iklim dan curah hujan ekstrem menjadi pemicu utama banjir Jakarta. Selain pemicu utama, sebenarnya ada penyebab lain. Nah buat kalian yang penasaran kenapa Jakarta sering banjir, berikut ini adalah 10 penyebab banjir Jakarta.

1.Curah Hujan Ekstrem

Seperti yang kita tahu, salah satu penyebab utama banjir Jakarta yaitu hujan yang ekstrem (lebih dari 150 mm per hari). Khusus tahun 2020, curah hujan ekstrem tertinggi terkonsentrasi di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Sebaran curah hujan ekstrem bahkan lebih tinggi dan luas dibandingkan saat banjir Jakarta tahun 2007 dan 2015. Jadi, harap waspada ya guys.

2. Perubahan Iklim

Isu perubahan iklim sudah menjadi perbincangan di dunia. Perubahan iklim yang terjadi akan meningkatkan risiko dan peluang curah hujan ekstrem pemicu banjir. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat diharapkan terus meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan dan semua persoalan tentang penyebab banjir.

3. Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan

Buang sampah sembarangan terutama di sungai menjadi salah satu penyakit masyarakat yang susah dihilangkan. Besarnya volume sampah membuat air sungai cepat meluap karena melebihi kapasitas. Jadi jangan heran ya kalau banjir akan terus melanda daerah Jakarta dan sekitarnya.

Banjir Jakarta - 10 Penyebab Kenapa Jakarta Sering Banjir

4. Terbatasnya Kapasitas Badan Sungai

Selain sampah, terbatasnya kapasitas badan sungai karena banyaknya bangunan atau rumah yang berdiri di bantaran sungai menyebabkan ruang badan sungai menyempit. Sehingga ketika hujan tiba, air sungai meluap membanjiri pemukiman.

5. Saluran Air Tersumbat Sampah dan Lumpur

Selain sungai, saluran air di Jakarta seperti got juga banyak yang tersumbat sampah dan lumpur. Karena tersumbat, maka aliran air tidak lancar dan tidak terhubung baik dengan saluran air lainnya sehingga meluap dan mengakibatkan banjir.

6. Kendala Normalisasi Kali Ciliwung

Salah satu sungai yang menjadi langganan penyebab banjir yaitu kali Ciliwung. Salah satu penyebab banjir Jakarta yaitu normalisasi kali ciliwung yang belum tuntas sampai sekarang. Kendala proses normalisasi ini diakibatkan oleh faktor sempitnya lahan karena banyak rumah warga yang berada tepat di palung sungai.

7. Situ, Danau, Embung, dan Waduk Berkurang

Waduk dan danau sangat penting untuk mencegah banjir saat musim hujan dan juga menjadi tempat penyimpanan air untuk dipakai saat musim kemarau tiba. Sayangnya, jumlah waduk, danau, bendungan di wilayah Jabotabek berkurang drastis karena diubah menjadi pemukiman.

8. Kurangnya Kawasan Resapan Air atau Ruang Terbuka Hijau (RTH)

Kurangnya kawasan resapan air dan RTH mengakibatkan air tidak cepat meresap ke tanah secara alami. Akibatnya, sejumlah daerah di Jabodetabek banjir ketika diguyur hujan.

Banjir Jakarta - 10 Penyebab Kenapa Jakarta Sering Banjir

9. Penurunan Permukaan Tanah Karena Pembangunan

Tidak hanya itu, pembangunan gedung dan hotel-hotel di wilayah Jakarta menyebabkan penggunaan air tanah secara berlebihan. Oleh karena itu, Jakarta mengalami penurunan muka tanah sebanyak 5-12 cm per tahun. Gara-gara penurunan muka tanah ini membuat potensi banjir semakin besar.

10. Kiriman Air Dari Bogor dan Depok

Daerah Bogor dan Depok yang dulunya kawasan asri penuh resapan air, sekarang telah berubah jadi lahan pemukiman komersial. Akibatnya, resapan air sangat jauh berkurang dan air hujan langsung mengalir ke hilir alias Jakarta.


Comments

comments