Cara Melukis


Melukis menjadi salah satu media di mana banyak orang bisa mengekspresikan emosi dan pikiran mereka. Jika melukis hanya sebagai hobi, kamu tidak harus punya pengalaman sebelumnya untuk melukis. Kamu bisa melukis sesuka hati dengan bahan apapun dan cara melukis yang kamu bisa.

Disisi lain, jika kalau kamu mau belajar serius, kamu harus tau cara melukis dengan benar, bisa memilih jenis cat sesuai keperluanmu, memilih jenis kuas, dan perlengkapan lainnya. Setelah itu baru membiasakan diri untuk mencampur warna, menerapkan prinsip-prinsip artistik, dan menciptakan karya senimu sendiri. Biar ketrampilan melukismu meningkat, ketahui terlebih dahulu langkah-langkah cara melukis berikut ini.

Cara Melukis - Untuk Pemula Dengan Baik dan Benar

Memahami Unsur Lukisan

Sebelum membahas lebih lanjut cara melukis untuk pemula, kamu harus paham dulu unsur-unsur dasar lukisan. Unsur lukisan yaitu:

1. Memahami Penggunaan Garis

Jenis garis paling dasar yang digunakan adalah garis kontur. Garis kontur adalah garis yang ditarik untuk membentuk sebuah objek. Beberapa pelukis biasanya menggunakan garis kontur di sekitar subjek mereka.

Sementara yang lain hanya menggunakan percikan warna untuk menunjukkan bentuk. Tentukan terlebih dahulu apakah kamu ingin menggunakan garis kontur atau tidak dalam lukisanmu.

2. Pelajari Cara Membangun Bentuk

Setiap benda atau objek yang bisa dilukis merupakan hasil dari beberapa bentuk yang disatukan. Masalah terbesar yang dimiliki pelukis pemula adalah mencoba melihat satu subjek sebagai satu bentuk, bukannya melapiskan banyak bentuk. Daripada berfokus pada menggambar garis besar suatu gambar, anggap itu sebagai berbagai bentuk yang bisa dihubungkan.

3. Pahami Kadar

Kadar adalah apa warna gambarmu saat dikonversi ke skala abu-abu atau seberapa terang atau gelap warna tertentu. Kadar sangat penting ketika mencampur cat karena warna bisa menipu ketika dicampurkan.

Ketahuilah kalau sebagian besar lukisan hanya akan berisi rentang kadar pada bagian bawah (sebagian besar warna terang), bagian tengah (abu-abu atau nada sedang), dan bagian atas (sebagian besar warna gelap) dari skala abu-abu. Jika tidak ada perbedaan yang mencolok, nilai-nilai dalam lukisanmu harus sama satu sama lain.

4. Gunakan Ruang Secara Efektif

Karena kamu melukis pada permukaan yang rata, kamu perlu menciptakan ilusi jarak melalui penggunaan ruang. Untuk mempertahankan permukaan yang rata, pastikan semua benda berukuran sama dan berjarak satu sama lain.

Untuk membuat kedalaman, lapisi beberapa bentuk dan buat benda yang lebih jauh menjadi lebih kecil dimana benda yang dekat pada pengamat seharusnya lebih besar.

5. Pelajari Cara Membuat Tekstur

Agar benda-benda terlihat bisa disentuh dalam lukisan, kamu harus menciptakan ilusi tekstur. Tekstur dibuat dengan menggunakan goresan kuas yang berbeda dan mengoleskan cat dengan cara yang berbeda di kanvas.

Sapuan kuas yang pendek dan cepat akan menambahkan tekstur seperti bulu. Sementara sapuan kuas yang panjang dan mengalir akan membuat benda-benda terlihat lebih lembut dan lebih panjang. Kamu juga bisa melapiskan cat pada kanvas untuk menghasilkan tekstur.

6. Buat Gerakan Dengan Cat

Gerakan merupakan kelanjutan dari tekstur tetapi dalam skala yang lebih besar. Gerakan dibuat ketika pola tekstur diulang berkali-kali di seluruh kanvas. Tidak semua lukisan membutuhkan gerakan, tetapi jika kamu mencoba membuat lukisan yang realistis, maka gerakan adalah elemen penting untuk digabungkan.

7. Lihatlah Keseluruhan Komposisi

Tata letak lukisan, penempatan benda dan figur dikenal sebagai komposisi. Untuk membuat komposisi yang menarik, gambar harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga mata pengamat mengelilingi seluruh lukisan.

Hindari meletakkan satu sosok di tengah lukisanmu karena komposisi ini adalah komposisi yang paling dasar. Buat lukisan yang menarik dengan meletakkan satu figur pada satu persimpangan atau dengan menambahkan objek menarik lainnya di latar belakang.

Memilih Medium

Sebelum tahu unsur-unsur lukisan, kamu juga harus menetukan terlebih dahulu tujuan melukis, jenis cat, dan alat melukis yang ingin kamu gunakan.

1. Pertimbangkan Tujuanmu Melukis

Pikirkan terlebih dahulu jenis lukisan apa yang ingin kamu buat dan apakah kamu memerlukan banyak waktu untuk mengerjakan satu proyek atau tidak. Pertimbangkan juga apakah kamu memiliki tempat kerja luas yang berventilasi baik atau kecil yang bisa menyebabkan asap menumpuk.

Jangan lupa juga pertimbangkan berapa banyak uang yang akan digunakan untuk berbelanja persediaan melukis. Semua hal ini penting dipertimbangkan sebelum berkomitmen menggunakan sebuah tipe cat.

2. Mencoba Menggunakan Cat Air

Saat digunakan tanpa air, cat air menghasilkan goresan yang tebal dan buram serta tidak bisa mewarnai area yang besar. Ketika digunakan dengan kombinasi air, cat air akan menipis dan menjadi transparan.

Cat air digunakan pada kertas khusus yang dibuat untuk cat air terntunya. Cat air tidak menghasilkan lapisan warna yang tebal, tetapi memberikan efek indah dari lapisan warna yang tipis dan tembus cahaya.

Cat Air

3. Mencoba Menggunakan Cat Akrilik

Cat akrilik merupakan pilihan cat berbasis air dengan waktu pengeringan yang cepat dan tidak menguap. Cat akrilik menjadi pilihan yang tepat kalau kamu tertarik untuk membuat lukisan yang mau diselesaikan dalam satu hari.

Lapisan cat yang tebal bisa ditumpuk untuk menghasilkan efek 3D yang indah. Dan karena larut dalam air, permukaannya bisa dibersihkan dan dicuci dari kain. Sedangkan kelemahan cat akrilik adalah mudah mengering dengan cepat.

Cat Akrilik

4. Mencoba Mengggunakan Cat Minyak

Cat minyak  lebih lama mengering, tebal, dan bisa digunakan dengan banyak teknik khusus. Cat minyak membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk kering dengan sempurna. Sedangkan kekurangan menggunakan cat minyak yaitu sedikit beracun dan memerlukan banyak ventilasi saat melukis dengan cat ini.

Dibanding jenis cat sebelumnya, cat minyak merupakan jenis cat yang paling mahal serta membutuhkan beberapa perlengkapan tambahan termasuk alkohol mineral dan gel.

Cat Minyak

Memilih Alat Melukis

Sebelum melukis, kamu harus memilih alat untuk melukis seperti kuas dan kanvas yang disesuaikan dengan kebutuhanmu.

1. Memilih Kuas

Saat memilih kuas, kamu harus memperhatikan bentuk bulu dan bahan bulunya. Bulu untuk kuas biasanya terbuat dari sable (kulit musang), sintetik, sintetik campuran, bulu babi atau tupai. Kalau bentuk bulunya sendiri ada 3 yaitu bulat, pipih, dan filbert (kuas pipih yang berujung lancip).

Cara Melukis - Untuk Pemula Dengan Baik dan Benar
  • Kuas untuk cat air, sebaiknya menggunakan kuas berbahan bulu sable atau bulu tupai dengan ujung yang bulat.
  • Kuas untu cat akrilik, sebaiknya terbuat dari bulu sintetik atau sintetik campuran dengan ujung pipih.
  • Kuas untuk cat minyak, sebaiknya terbuat dari bulu sintetik campuran dan bulu babi dengan ujung filbert.

2. Memilih Kanvas

Kanvas yang biasa digunakan terbuat dari kain yang ditarik ke belakang dan ditempel menggunakan staples, paku atau besi. Khusus cat minyak dan cat akrilik bisa juga digunakan pada kebanyakan permukaan yang halus termasuk kayu dan plastik. Sedangkan cat air hanya bisa digunakan pada kertas khusus dan kanvas atau kain.

3. Siapkan Perlengkapan Pelengkap Lain

Selain kuas dan kanvas, kamu juga membutuhkan palet, botol atau wadah yang berisi air, lap, kaus tua atau celemek untuk dipakai saat melukis. Perlengkapan khusus lain ini dibutuhkan ketika kamu melukis dengan cat minyak.

Perpaduan Warna

1. Kenali Roda Warna

Sebelum tahu terlebih jauh cara melukis, kamu juga harus mengenali roda warna. Roda warna merupakan sebuah peta warna yang menunjukkan bagaimana menciptakan sebuah warna baru.

Roda Warna

Dalam roda warna ada 3 set warna yaitu warna primer (reff), sekunder, dan tersier.

  • Warna primer (merah, biru, dan kuning) tidak bisa dibuat dengan mencampurkan warna lain. 
  • Warna sekunder (ungu, hijau, dan jingga) bisa dibuat menggunakan warna primer. 
  • Warna tersier berada di antara warna primer dan sekunder pada roda warna (contohnya hijau kebiruan atau peach).

Untuk perpaduan warna sendiri kamu bisa mencampurkan 2 warna untuk menghasiljan warna baru, seperti:

  • Merah + Kuning = Jingga
  • Kuning + Biru = Hijau
  • Merah + Biru = Ungu

2. Mencampurkan Warna

Jangan mengecat sebuah lukisan langsung dengan menggunakan warna langsung dari pipa cat. Lebih baik campurkan beberapa warna untuk menciptakan berbagai variasi baru.

Misalnya, mencampurkan warna biru yang lebih banyak dari warna merah akan menghasilkan warna indigo kebiruan. Disisi lain, jika mencampurkan warna merah yang lebih banyak dari pada biru maka akan menghasilkan warna maroon gelap. Jangan lupa juga menambahkan sedikit warna putih ke dalam warna apa pun untuk membuatnya lebih bercahaya.

3. Ciptakan Lapisan Warna Berbeda

Jika sebuah warna terlalu terang untukmu, kamu bisa mencampurkan lawan warna pada lukisan untuk memudarkannya. Contohnya, lawan warna merah adalah hijau, kuning adalah violet, dan biru adalah jingga.

Cara Melukis Untuk Pemula

Berikut ini adalah langkah-langkah cara melukis untuk pemula dengan benar.

1. Memilih Objek

Jika kamu masih tahap awal belajar melukis, pilihlah suatu objek terlebih dahulu (bisa gambar datar atau objek 3D langsung) untuk dilukis. Untuk memulai, temukan suatu gambar dengan garis dan bentuk dasar, tanpa terlalu banyak warna.

Cara Melukis - Untuk Pemula Dengan Baik dan Benar

2. Membuat Sketsa

Membuat sketsa memang bukanlah suatu keharusan sebelum melukis. Tapi membuat sketsa bisa membantumu dalam menggambar garis bentuk kasar figur. Gunakan pensil grafit tipis untuk mensketsa garis bentuk dan figur pada kanvas. 

3. Cari Sumber Pencahayaan

Warna yang kamu campurkan dan tata letak cat pada kanvas akan bergantung pada sumber cahaya pada lukisanmu. Sebelum melukis, tentukan sumber cahaymu dan area paling terang serta paling gelap dari objekmu. Campurkan cat dengan mengingat hal tersebut untuk menciptakan beberapa shade.

4. Mulai Melukis Latar

Saat mau mulai melukis, lebih baik melukis dari belakang ke depan untuk membantumu melapiskan benda dengan tepat dan menciptakan persepsi jarak. Latar belakang seharusnya dilukis terlebih dahulu baru menambahkan objek yang lebih dekat setelahnya.

5. Menggambar Objek Utama

Saat kamu selesai melukis latar belakanganya, kamu bisa menambahkan objek dan bentuk. Objek utama merupakan pusat perhatian untuk lukisan. Jadi, sangat penting untuk memusatkan perhatian dengan menggabungkan semua unsur seni pada objek utamanya. 

6. Tambahkan Detail

Setelah kamu selesai melukis keseluruhan lukisan, tambahkan detil yang kamu inginkan untuk latar belakang dan figur. Kamu bisa menambahkan tekstur dengan kuas, bubuhan, atau figur yang kecil sebagai lapisan.

Kesimpulan

Nah itulah tips cara melukis untuk pemula dengan baik dan benar. Untuk menghasilkan lukisan yang indah, kamu harus sering melukis banyak objek sehingga pengalaman melukis semakin banyak.


1703
2.4k shares, 1703 points