10 Cerita Dongeng – Paling Seram dan Tak Banyak Orang Tahu


849
849 points

Ketika mendengar kata cerita dongeng, pasti banyak yang memikirkan cerita dongeng seperti yang ada di Disney kan guys? Nyatanya, jenis cerita dongeng tidak selalu berakhir bahagia, tapi banyak cerita dongeng yang aneh, menyedihkan, dan bahkan seram untuk diceritakan ke anak-anak.

10 Cerita Dongeng Seram

Dongeng film Disney anak seperti Putri Salju, Cinderella mungkin sudah sering kira dengar. Disisi lain, ada beberapa cerita dongeng seram yang jarang diceritakan ke anak-anak. Nah langsung saja nih guys, berikut ini adalah 10 cerita dongeng paling seram dan tidak banyak orang tahu.

10. Gadis Angsa (The Goose Girl)

The Goose Girl” merupakan cerita dongeng Jerman dari koleksi Brothers Grimm yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1815.

10 Cerita Dongeng - Seram dan Tak Banyak Orang Tahu

Kisah bermula ketika seorang ratu yang telah ditinggal pergi oleh sang suami mengirim putrinya untuk dinikahkan dengan seorang laki-laki di sebuah desa yang letaknya sangat jauh. Sang putri dikirim bersama dengan seorang pelayan dan seorang kuda bernama Falada yang telah disihir agar bisa berbicara.

Selain itu, sang ratu yang merupakan seorang penyihir juga memberikan jimat perlindungan khusus untuk putrinya agar bisa melindunginya sepanjang perjalanan asalkan jimat itu selalu dipakai.

Ditengah perjalanan, sang putri tiba-tiba merasa haus dan meminta pelayannya untuk mengambil air. Tetapi si pelayan tiba-tiba tidak mau disuruh dan malah menyuruh sang putri untuk mengambil air minumnya sendiri. Sang pelayan juga bilang, kalau dia tidak mau melayani putri lagi.

Akhirnya, sang putri mengambil air minum sendiri di sungai terdekat. Tidak beberapa lama, sang putri kembali haus dan meminta sang pelayan lagi untuk mengambil air. Dan untuk kedua kalinya sang pelayan menolak.

Sang putri pun terpaksa kembali ke sungai dan meminum air dengan cara membungkuk. Ketika membungkuk kan badan, jimat pemberian ibunya jatuh ke dalam sungai dan hanyut terbawa arus. Pelayan yang mengetahui hal ini segera mengambil keuntungan dari hilangnya jimat sang putri.

Sang pelayan pun meminta sang putri untuk berganti pakaian dengannya dan mengancam akan membunuh sang putri jika dia memberi tahu identitas yang sebenarnya. Pelayan yang telah bertukar identitas dengan sang putri melanjutkan perjalanan dengan menunggangi kuda Falada. Sementara sang putri asli harus berjalan kaki.

Setelah tiba di istana tempat pengantin pria berada, pelayan yang berpura-pura menjadi putri dianggap sebagai pengantin wanita sebenarnya. Sementara sang putri diperintahkan untuk menggembala angsa bersama dengan seorang anak bernama Conrad.

Setelah menikah, pelayan yang berpura-pura itu memerintahkan untuk membunuh Falada, kuda yang ditunggangi nya selama perjalanan. Dia takut kalau Falada yang telah disihir bisa berbicara akan menceritakan semua kejadian sebenarnya.

Sang putri asli yang mengetahui hal ini kemudian memohon kepada prajurit untuk tidak membunuh Falada. Dia memohon agar bisa melihat Falada setiap pagi sebelum menggembala angsa.

Setiap pagi, sang putri mengunjungi Falada dan Falada selalu memberikan semangat kepadanya. Ketika menggembala, sang putri selalu menyisir rambutnya yang berwarna keemasan. Conrad yang melihat keindahan rambut putri berniat untuk mengumpulkan rambut emas putri gembala dan mengambil rambut itu satu persatu.

Sang putri yang mengetahui hal ini. dengan segera mengatakan sebuah mantra yang mengakibatkan angin bertiup kencang tiba-tiba dan membawa topi Conrad. Conrad pun harus mengejar topi tersebut, sehingga tidak ada yang bisa mengganggu putri gembala.

Conrad yang kesal melaporkan kejadian ini ke raja dan bilang kalau dia tidak akan menggembala angsa lagi bersama sang putri karena banyak hal-hal aneh yang terjadi. Sang raja kemudian meminta Conrad untuk mengulangi tindakannya mengambil rambut sang putri, dan benar dia melihat kalau sang putri gembala ternyata bisa sihir seperti ibunya.

Sang putri gembala angsa pun diminta untuk menceritakan kejadian sebenarnya. Tapi dia menolak karena sudah bersumpah kepada sang pelayan dulu agar tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya. Tidak habis akal, sang raja menyarankan agar sang putri menceritakan kejadian sebenarnya ke sebuah tungku besi.

Sang putri pun setuju dan menceritakan semua kejadian yang sebenarnya ke tungku besi. Sementara sang raja mendengarkan dari luar ruangan. Karena raja percaya kalau putri gembala angsa berkata jujur, sang putri pun akhirnya dinobatkan sebagai pengantin wanitanya yang sebenarnya.

Raja menyuruh sang putri palsu untuk memilih hukumannya sendiri. Sang putri palsu yang tidak bisa memilih apa-apa, akhirnya dimasukan ke dalam tong berduri bertelanjang bulat dan diseret di kota sampai dia meninggal dunia.

9. Hans The Hedgehog

Cerita dongeng ”Hans The Hedgehog” juga ditulis oleh Grimm Brothers yang dipublikasikan pada tahun 1819.

Ceritanya bermula ketika seorang petani yang memiliki harta cukup melimpah tapi tidak kunjung memiliki anak bersama istrinya. Akibatnya, sang petani sering diejek oleh petani lain ketika pergi ke kota. Karena sering diejek, petani itu marah dan kembali kerumah sambil berkata ke istrinya “Kita akan memiliki seorang anak, walaupun itu seekor landak!”

Dalam keputusasaan, dia juga itu berdoa kepada Tuhan dan mengatakan kalau dirinya begitu putus asa untuk memiliki seorang anak. Dia bahkan akan puas jika hanya memiliki bayi landak.

Tidak beberapa lama keinginannya terkabul. Istrinya hamil dan melahirkan seorang anak. Tapi yang mengejutkan, istrinya melahirkan seorang anak yang setengah tubuhnya landak dan setengah tubuhnya manusia. Mereka kemudian memberi nama Hans. Karena kejadian aneh ini, istrinya menyalahkan sang suami karena doa suaminya dulu.

Merasa ngeri oleh anaknya sendiri, mereka meletakkan sang anak di belakang kompor dan meninggalkannya di sana selama 7 tahun. Anehnya, Hans tidak mati. Sebaliknya, dia meminta ayahnya untuk membelikan bigpipe (alat musik tiup khas Skorlandia) dan memakai sepatu ayam agar bisa naik pohon untuk tinggal di hutan nantinya.

Hans pun memutuskan untuk pergi dari rumahnya dan tinggal di dalam hutan. Di hutan, Hans merawat domba dan selalu memainkan bigpipe di atas pepohonan dengan sangat merdu.

Suatu hari, ada seorang raja yang tersesat dalam hutan dan meminta bantuan Hans untuk menunjukkan jalan pulang. Hans setuju, tetapi dengan satu syarat tertulis yaitu raja harus memberikan apapun yang pertama menyambutnya di istana ketika pulang nanti.

Entah bagaimana sang raja tahu kalau Hans buta huruf. Raja menipu Hans dengan menulis perjanjian tertulis yang berbeda yaitu sebuah perintah untuk para pengawalnya, agar menyerang seorang anak laki-laki setengah landak yang mengendarai ayam jantan ketika suatu saat muncul di kerajaannya.

Ketika raja yang tersesat tadi sampai di istana, dia langsung disambut oleh putrinya. Sang raja kemudian menceritakan perjanjian yang telah dia buat bersama Hans, seorang landak di hutan. Sang putri sangat terkejut, tetapi sang ayah menenangkan nya dan bilang kalau perjanjian itu adalah perjanjian palsu.

Setelah kejadian itu, ada raja kedua yang mengalami situasi yang sama tersesat di dalam hutan. Setelah meminta bantuan Hans dengan syarat yang sama, raja kedua memutuskan untuk tidak menipu Hans dan berjanji akan memberikan pada Hans hal pertama yang menyambutnya di istana ketika dia kembali.

Ketika raja kedua kembali ke istana, dia langsung disambut oleh anak perempuannya yang cantik. Sang putri kemudian bertanya pada ayahnya apa yang sebenarnya terjadi. Sang raja pun memberitahu kejadian sebenarnya. Raja bercerita dirinya terancam tidak bisa pulang ke istana kalau tidak bertemu dengan Hans, manusia setengah landak yang pintar memainkan bigpipe.

Raja juga bercerita kalau dia melakukan perjanjian dengan Hans. Sang putri yang mendengar cerita ini merasa tersentuh dan setuju dengan perjanjian yang ayahnya buat.

Sementara itu, di hutan sedang terjadi pembantaian terhadap babi yang menjadi teman Hans. Hans yang selamat kemudian menemui ayahnya yang berpikir kalau Hans sudah lama mati. Karena sudah tidak punya teman karena dibantai, Hans memutuskan untuk mengunjungi dua kerajaan yang telah dia tolong untuk menagih janji mereka.

Di kerajaan pertama, saat pertama kali Hans muncul dengan mengendarai ayam jantan, Hans langsung ditembaki oleh para penjaga. Melihat hal ini Hans meminta ayamnya untuk terbang dan mendarat di salah satu jendela yang ternyata jendela kamar sang raja.

Hans menagih janji raja pertama dan mengancam akan membunuh mereka jika tidak menepati janji. Sang raja yang ketakutan melarikan diri bersama sang putri. Tapi Hans bisa menemukan mereka di perjalanan dan membunuh mereka dengan duri-duri landak di tubuhnya hingga mereka berdarah-darah dan meninggal.

Setelah itu, Hans memutuskan untuk mengunjungi kerajaan kedua. Disana dia disambut dengan baik dan diberi hormat. Sang putri terlihat takut ketika melihat Hans. Tetapi karena sudah telah berjanji kepada ayahnya untuk pergi bersama Hans, putri bersedia menikah dengan Hans.

Ketika malam pertama tiba, sang putri takut akan tertusuk duri di tubuh Hans. Tapi Hans bilang kalau sang putri tidak perlu takut dan meminta agar prajurit berjaga jaga didepan pintu kamar mereka untuk membuat api besar.

Dia kemudian merobek kulit landak nya dan memerintahkan para penjaga untuk membakarnya di atas api besar. Hans yang telah melepas kulit landak nya kelihatan hitam seperti batu bara. Raja lalu mengutus dokter dan memberi Hans balsem untuk kulitnya. Hal inilah yang merubah Hans menjadi seorang pria tampan seutuhnya. Sang putri yang melihat kejadian ini menjadi sangat gembira. Akhirnya Hans mewarisi tahta kerajaan.

Beberapa tahun kemudian, Hans kembali kerumah bersama dengan istrinya. Ketika bertemu, ayahnya menyangkal kalau dia memiliki anak manusia. Dia bilang kalau anaknya adalah manusia setengah landak. Hans lalu menjelaskan semua kejadiannya dan kedua orang tua Hans sangat senang. Ayah dan Ibu Hans akhirnya ikut bersama Hans ke Istana.

8.Gadis Tanpa Tangan (The Girl Without Hands)

Cerita dongeng “The Girl Without Hands” juga karya the Grimm Brothers. Cerita ini adalah dongeng Jerman yang dipublikasikan pada tahun 1812.

The Girl Without Hands

Diceritakan ada seorang tukang giling yang sedang memotong pohon di hutan yang kemudian bertemu seorang lelaki tua. Melihat wajahnya yang menyedihkan, lelaki tua yang ternyata iblis itu tertawa dan menawari sang tukang giling semua kekayaan di dunia. Tapi sebagai gantinya, dia harus memberikan apapun yang ada di belakang penggilingan nya.

Karena tukang giling berfikir kalau hanya ada pohon apel tua yang berdiri di belakang penggilingan nya, dengan cepat dia setuju dengan penawaran sang lelaki tua tadi. Lelaki tua itupun berjanji akan kembali dalam tiga tahun lagi.

Tidak disangka, ketika tukang giling kembali ke rumah, dia melihat putrinya sedang berdiri di bawah pohon. Maka mau tidak mau, putrinya pun harus di serahkan sesuai janji.

Ketika lelaki tua yang ternyata seorang iblis kembali setelah 3 tahun, anak gadis si tukang giling disuruh mencuci dirinya hingga bersih dan berdiri di dalam lingkaran kapur agar menjadi suci dan tidak bisa disentuh oleh iblis.

Merasa frustrasi, sang iblis meminta tukang giling tadi agar menahan air mengalir dari putrinya, sehingga dia tidak bisa terus membasuh dirinya sampai bersih. Walaupun tidak ada air, air mata sang gadis bisa menghanyutkan kotoran di bandan nya dan dia tetap suci sehingga iblis tidak bisa mengambilnya.

Sang iblis kemudian memerintahkan tukang giling untuk memotong kedua tangan putrinya dengan kapak dan mengancam akan membunuhnya kalau dia tidak melakukan. Karena merasa terancam, sang tukang giling dengan tega memotong tangan kedua anak gadisnya.

Walaupun tangannya sudah dipotong, air mata sang gadis mampu membersihkan badannya dari darah yang bercucuran dan menjaganya tetap bersih. Karena hal inilah iblis sadar kalau dirinya telah kalah dan akhirnya menyerah mengambil sang gadis.

Setelah kejadian mengerikan itu, sang gadis memutuskan untuk meninggalkan rumah. Setelah berjalan sekian lama, dia merasa sangat lapar. Akhirnya, gadis itu datang ke taman kerajaan yang dipenuhi buah pir dan apel yang lezat, tapi dijaga oleh parit yang tidak bisa ditembus.

Setelah sang gadis berdoa agar bisa makan buah di taman, sesosok malaikat muncul untuk mengeringkan parit agar gadis tanpa lengan itu bisa menyeberang. Sang gadis pun berhasil menyeberang dan memakan buah pir sampai kenyang.

Keesokan harinya, tukang kebun kerajaan melapor kalau dia melihat roh misterius tanpa tangan melintasi parit dan mencuri buah pir kerajan. Karena penasaran, sang raja bersembunyi di taman dan melihat gadis itu menyeberangi parit untuk mengambil buah pir pada malam berikutnya.

Bukannya takut, sang raja malah jatuh cinta pada gadis tanpa lengan itu dan segera memutuskan untuk menikahinya. Setelah mereka menikah, sang raja membuat sepasang tangan dari perak sebagai hadiah untuk istri barunya. Disisi lain, sang iblis yang mengetahui hal ini marah dan masih tidak terima kekalahannya.

Suatu haru ketika raja harus pergi berperang, iblis mencegat surat dari raja untuk sampai ke rumah. Sebagai gantinya, iblis memalsukan isi surat dari raja. Iblis menuliskan isi surat palsu memerintahkan ibu raja untuk membunuh istri dan menantunya. Karena ibu raja tidak tega membunuh menantu dan cucunya, dia memerintahkan mereka untuk melarikan diri dari istana.

Ibu raja kemudian memburu rusa dan mengirim lidah dan mata rusa sebagai gantinya. Kemudian lidah dan mata rusa tadi dikirim kepada putranya sang raja sebagai bukti kalau dia telah melakukan perintahnya membunuh istri dan anaknya. Ketika raja menyadari apa yang sebenarnya terjadi, dia patah hati dan berjanji untuk tidak makan atau minum sampai dia menemukan istri dan anaknya yang hilang.

Sayangnya, usaha raja membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menemukan keluarganya. Walaupun dia tidak makan dan minum selama 7 tahun, Tuhan membuat sang raja tetap hidup. Dan ketika dia mencari di semua tebing dan gua berbatu, sang raja akhirnya menemukan istrinya di sebuah pondok kecil dekat kastil. Meskipun awalnya sang raja tidak mengenali istrinya karena tangannya ternyata tumbuh lagi.

7. The Three Snake Leaves

Cerita dongeng “The Three Snake Leaves” merupakan karya Grimm Brothers.

The Three Snake Leaves

Diceritakan ada seorang raja yang kuat dan memiliki seorang putri yang sangat cantik, tetapi juga sangat aneh. Meskipun banyak lelaki yang melamar nya, sang putri menolak siapa pun kalau tidak setuju dengan syarat yang dia ajukan yaitu dikubur hidup-hidup dengannya jika dirinya mati terlebih dahulu. Sang putri mengatakan, “Jika dia mencintaiku dengan sepenuh hatinya, apa gunanya hidup baginya setelah itu?”.

Sementara itu, ada seorang pria anak petani yang meninggalkan rumah untuk mendapatkan uang sebagai seorang prajurit. Ketika bertempur, sebagian besar rekannya tewas dibantai. Tetapi bocah petani itu tetap melawan dengan rekannya yang masih hidup dan akhirnya membawa mereka ke kemenangan.

Karena keberaniannya inilah, sang raja menghadiahi dirinya harta yang tak ternilai dan menjadikannya seorang ksatria. Dan ketika mengunjungi istana, bocah petani itu jatuh cinta pada putri dan dia pun menyetujui persyaratan yang diajukan sebelum menikah.

Setelah resmi menikah, mereka hidup bahagia selama bertahun-tahun, sampai sang putri jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Bocah petani yang berduka dan juga khawatir, dengan segera mulai mencari jalan keluar agar bisa terhindar dari janjinya dikubur hidup-hidup. Tetapi para penjaga raja tetap berhasil mengurungnya hidup-hidup di dalam kuburan sang putri.

Ketika terperangkap di dalam kubur dengan mayat istrinya, dia melihat seekor ular merayap melalui celah-celah di dinding. Dia kemudian membunuhnya untuk melindungi mayat istrinya. Sebelum dia memutuskan untuk memakannya, ular kedua muncul dengan tiga daun yang kemudian diletakkan di luka ular pertama untuk menghidupkannya kembali.

Setelah ular pertama berhsil hidup lagi, kedua ular tersebut tiba -tiab menghilang. Tetapi 3 daun tadi tetap tertinggal dan tergeletak di atas tanah. Sang bocah petani pun mencoba menggunakan 3 daun tadi untuk menghidupkan kembali istrinya. Secara ajaib, istrinya berhasil hidup kembali dan akhirnya mereka bisa keluar dari dalam kuburan. Mereka memutuskan naik kapal untuk kembali ke kastil.

Tapi dedaunan tadi ternyata telah mengubah sifat sang putri menjadi berperilaku sangat buruk. Istrinya malah jatuh cinta dengan kapten kapal dan mereka berencana untuk melemparkan bocah petani ke laut agar mereka bisa menikah nanti.

Ketika melakukan tindakan jahat mereka, seorang pelayan melihat tindakan tersebut dan mendayung mengikuti bocah petani yang tercebur ke laut dan menyelamatkannya. Entah bagaimana, sang pelayan tadi dan bocah petani berhasil kembali ke kerajaan duluan sebelum mereka dan menceritakan seluruh kejadian sebenarnya kepada raja.

Makanya ketika sang putri dan kapten kapal kembali ke kastil, sang raja langsung menjatuhkan hukuman mati kepada mereka dengan mengirim mereka ke laut dengan kapal yang penuh lubang.

6. Fitcher’s Bird

Cerita “Fitcher’s Bird” merupakan cerita dongeng Jerman yang dikumpulkan oleh Brothers Grimm, kisah nomor 46.

The Three Snake Leaves

Suatu ketika, ada seorang pengemis aneh yang menghabiskan hari-harinya menculik para gadis muda. Ketika mengunjungi rumah tiga bersaudari, sang pengemis membujuk saudara tertua untuk membiarkannya masuk. Begitu pengemis menyentuhnya, gadis pertama terpaksa melompat ke dalam ranselnya.

Kemudian sang pengemis membawa gadis pertama pergi ke rumah emasnya. Disana, pengemis berjanji untuk memberikan semua yang diinginkan gadis pertama jika dia bersedia tinggal dan menjadi istrinya.

Suatu hari, sang pengemis harus pergi keluar untuk waktu yang singkat dan dia memberi gadis pertama tadi sebutir telur untuk menjaga dirinya tetap aman. Sang pengemis juga melarangnya memasuki satu ruangan khusus.

Setelah pengemis pergi, gadis pertama tadi malah penasaran dengan ruangan yang dilarang tadi dan dia memasuki ruangan tersebut. Di dalam ruangan itu, dia menemukan sebuah baskom berisi darah dan sisa-sisa tubuh para gadis yang sudah dimutilasi. Terdapat sebuah kapak besar dan balok yang digunakan untuk memutilasi di dekatnya.

Karena takut, sang gadis tidak sengaja menjatuhkan telur ke dalam baskom yang berlumuran darah. Dia tidak bisa membersihkan terlus tidak peduli seberapa keras dia berusaha. Ketika pengemis itu kembali dan melihat telur yang diberikan berdarah, dia langsung menyeret gadis pertama ke ruangan terlarang tadi dan memutilasi tubuhnya.

Sang pengemis pun kembali ke rumah 3 bersaudari tadi dan mencuri saudari ke 2. Gadia kedua mengalami nasib yang sama dengan kakak tertua yaitu dimutilasi karena penasaran melihat ruangan terlarang itu. Akhirnya, sang pengemis kembali ke rumah untuk menculik saudari termuda.

Tapi nasib gadus ketiga ini berbeda. Karena curiga kenapa diberi telur dan dilarang masuk ke ruangan terlarang, gadis ketiga menyembunyikan telur sebelum memasuki ruangan terlarang. Di dalam ruangan, dia menemukan mayat-mayat saudara perempuannya yang terpotong-potong. Dengan cepat dia menyatukan kembali potongan-potongan tubuh kakaknya dan membangkitkan mereka lagi.

Ketika sang pengemis kembali, dia melihat kalau tidak ada noda darah di telur yang dia berikan. Dia memberitahu gadis ketiga kalau dirinya telah lulus ujian dan akan menjadikannya sebagai pengantin yang sebenarnya. Sebagai hadiah pernikahan, sang gadis ketiga meminta sekeranjang emas untuk ayahnya.

Tetapi secara diam-diam, dia menyembunyikan kedua saudara perempuannya tadi di dalam keranjang. Setelah itu, gadis termuda meletakkan sebuah tengkorak di jendela untuk mengecoh sang pengemis seolah-olah dia sedang mengawasinya. Gadis termuda itu pun menutupi dirinya dengan madu dan bulu untuk bersembunyi di pepohonan dan menyamar sebagai burung.

Ketika sang pengemis dan teman-temannya datang ke pernikahan karena di undang, saudara-saudara perempuan lainnya datang dan mengunci pengemis dan teman-temannya di dalam rumah. Mereka kemudian membakar mereka hidup-hidup di dalam.

5. The Singing Bone

Cerita dongeng “The Singing Bone” merupakan dongeng Jerman, yang dikumpulkan oleh Brothers Grimm, kisah nomor 28.

10 Cerita Dongeng - Seram dan Tak Banyak Orang Tahu

Dalam cerita “The Singing Bone” menceritakan ada seekor babi hutan raksasa yang meneror kerajaan miskin dan merusak tanaman para petani. Dalam keputusasaan, raja menawarkan putri satu-satunya kepada siapa pun yang bisa membunuh babi hutan tersebut.

Ada dua kakak beradik yang bersedia, tapi saudara yang pertama mau melakukan itu karena kesombongan dan adiknya karena kebaikan hatinya. Agar lebih cepat menangkap babi liar tersebut, mereka memutuskan untuk berpisah dan memasuki hutan dari sisi yang berlawanan.

Di hutan, sang adik laki-laki bertemu kurcaci yang bisa merasakan kebaikan hatinya. Sang kurcaci kemudian memberinya tombak ajaib yang mampu membunuh babi hutan. Benar saja, sang adik mampu menemukan babi hutan tersebut dan menggunakan tombak ajaib pemberian kurcaci. Tombak ajaib itu langsung membelah hati binatang buas itu menjadi dua.

Sang adik kemudian pulang ke kastil dengan babi buas di punggungnya dan dia melihat saudaranya sedang minum di sebuah kedai minuman. Ketika melihat kalau adiknya berhasil memenangkan tantangan, sang kakak kemudian menawarinya anggur untuk dirayakan.

Begitu adiknya mabuk, kakak laki-lakinya tega membunuhnya dan mengubur mayatnya di bawah jembatan. Kemudian sang kakak membawa babi hutan hasil tangkapan adiknya kepada raja dan mendapatkan pendamping sang putri sebagai hadiahnya. Dia juga berbohong dan mengatakan kalau adiknya mati dikoyak babi hutan.

Sang kakak yang berhasil menikahi sang putri hidup bahagia selama bertahun-tahun. Tapi kemudian, seorang gembala menemukan bekas tulang lapuk di bawah jembatan. Dia menjadikan tulang tadi sebagai terompet. Dan ternyata, tulang yang penggembala temukan tadi adalah tulang milik adik laki-laki yang dikhianati sang kakak.

Ketika sang gembala meniupnya terompetnya, terompet itu malah menyanyikan lagu pembunuhan yang mengerikan. Karena kaget, sang gembala membawa terompet yang menyeramkan itu kepada raja. Sang raja kemudian memerintahkan untuk menggali tanah yang ada di bawah jembatan.

Benar saja, mereka menemukan tubuh adik lelaki itu. Karena ketahuan tindakan jahat sang kakak, dia dihukum dengan cara dijahit ke dalam karung dan dibuang ke laut untuk ditenggelamkan.

4. Mother Holle

Cerita dongeng “Mother Holle” atau disebut juga “Frau Holle” merupakan dongeng Jerman yang berasal dari buku Kinder-und Hausmärchen yang dikumpulkan oleh Jacob dan Wilhelm Grimm. Kisah ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1812.

Mother Holle

Dalam cerita dongeng seram ini diceritakan ada seorang janda dan dua putrinya. Yang satu adalah anak kandungnya yang berparas jelek dan pemalas. Sedangkan putrinya yang lain adalah anak tirinya yang berparas cantik dan baik hati. Karena itulah, sang janda membenci anak tirinya. Dia kemudian memaksa anak tirinya untuk duduk di dekat sumur dan memintal kain sampai jari-jarinya berdarah.

Suatu hari, sang gadis tidak sengaja menjatuhkan pemintal ke dalam sumur. Karena tidak tahu harus berbuat apa, dia memutuskan untuk melompat ke dalam sumur. Tetapi bukannya terperangkap di dalam sumur yang gelap, dia malah terbangun di padang rumput yang indah penuh sinar matahari.

Ketika menyusuri padang rumput, sang gadis menemukan sebuah oven yang penuh dengan roti. Anehnya, roti-roti tersebut bisa bicara dan memohon kepadanya untuk mengeluarkan mereka sebelum terbakar dalam pemanggangan. Pohon apel disekitar juga memintanya untuk memilih apel yang paling matang. Sang gadis pun mengabulkan permohonan mereka.

Setelah berjalan sekian lama, akhirnya dia tiba di sebuah rumah “Mother holle”. Kemudian seorang wanita tua yang jelek muncul dan memintanya untuk membersihkan pondok tersebut. Sang gadis melakukan semua yang diminta Ibu Holle. Karena itulah sang gadis diberi hadiah yaitu dilapisi emas dari kepala sampai kakinya, dikembalikan pemintalnya yang jatuh ke dalam sumur tadi, dan dikembalikan ke dunia manusia.

Setelah pulang ke rumah, ibunya kaget melihat anak tirinya yang tiba-tiba berlumuran emas sekujur tubuh. Karena tergiur emas, dia kemudian memutuskan untuk mengirim putri kandungnya sendiri masuk ke dalam sumur.

Saat tiba di padang rumput dan mengalami kejadian yang sama, sang gadis pemalas malah menolak untuk mengelurkan roti dari dalam oven atau mengambil buah apel yang matang. Ketika tiba di rumah Bunda Holle, dia juga sangat malas dan tidak mau disuruh apa-apa.

Karena itulah sang wanita tua pemilik rumah memintanya untuk pergi. Alih-alih mendapatkan emas dari kepala sampai kaki seperti saudara tirinya, dia malah mendapatkan luka seperti terbakar yang menempel padanya selama sisa hidupnya.

3. The Enchanted Tsarevich

Cerita dongeng “The Enchanted Tsarevich” merupakan cerita rakyat dari Rusia.

The Enchanted Tsarevich

Diceritakan ada seorang pedagang miskin yang meninggalkan ketiga putrinya untuk perjalanan bisnis. Dia berjanji untuk memberi hadiah kepada masing-masing anaknya. Anak nomor satu dan dua meminta mantel baru, sedangkan yang bungsu membuat sketsa gambar bunga.

Dalam perjalanannya, sang pedagang mendapatkan mantel untuk kedua putrinya tapi tidak dapat menemukan bunga yang mirip dengan gambar sketsa si bungsu. Ketika pulang, ternyata di dekat rumahnya dia melihat sebuah kastil yang ditumbuhi bunga persis dalam sketsa.

Ketika sang pedagang mau mengambil bunga itu, seekor ular mengerikan dengan tiga kepala tiba-tiba muncul di depannya. Pedagang itu kemudian memohon belas kasihan agar tidak dibunuh dengan sebuah perjanjian. Sang pedagang berjanji akan memberikan anak perempuannya yang menyambutnya pertama kali saat pulang ke rumah untuk dijadikan istri oleh sang ular.

Ternyata putri bungsulah yang menyambutnya pertama kali ketika pulang. Secara sukarela dia mau menjadi istri ular sesuai perjanjian. Dia pun kemudian pergi ke istana ular. Tapi pada siang hari, tidak ada satu makhluk pun di istana ular dan hanya setiap malam sang ular akan muncul.

Setelah di istana, pertama sang ular meminta si gadis bungsu agar memindahkan tempat tidurnya ke luar kamar. Kemudian meminta untuk memindahkan kasurnya lagi di samping tempat tidurnya. Hingga akhirnya dia tidur di sebelahnya. Selama ini, sang ular terus menghilang setiap pagi dan tidak muncul sampai malam tiba.

Ular pun lama-kelamaan sangat mencintai wanita tersebut. Dia melihat kalau sang wanita sangat merindukan keluarganya. Sang ular pun mengijinkannya pulang mengunjungi keluarganya dengan syarat, dia harus kembali ke istana langsung pada malamnya.

Tetapi ketika dia kembali ke rumah, saudara perempuan lainnya iri dengan kebahagiaan nya. Mereka memaksa adik bungsunya untuk tinggal satu malam lagi di rumah dengan berpura-pura menangis. Sang putri bungsu pun mengikuti permintaan kedua saudaranya.

Keesokan harinya, dia benar-benar kembali ke kastil dan menemukan sang ular mati karena melemparkan dirinya kedalam air akibat kesedihan. Sang wanita menangis kemudian mengangkat ular keluar dari air, memeluk, san menciumnya. Tiba-tiba sang ular berubah menjadi pangeran. Ternyata sang ular adalah pangeran yang dikutuk. Mereka pun akhirnya kembali ke rumah, bertunangan, dan hidup bahagia selamanya.

2. The Three Army Surgeons

Cerita dongeng “The Three Army Surgeons” merupakan dongeng Brothers Grimm yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 1815.

10 Cerita Dongeng - Seram dan Tak Banyak Orang Tahu

Suatu ketika ada tiga tentara ahli bedah yang meyakini kalau mereka adalah ahli bedah terbaik di dunia. Mereka kemudian memutuskan untuk berkeliling hanya untuk membanggakan keahlian mereka. Ketika mereka sampai di sebuah penginapan di tengah hutan terpencil, pemilik penginapan itu ternyata tidak mudah percaya dengan rumor dan meminta mereka untuk membuktikan.

Mereka pun setuju untuk membuktikan bakat mereka. Tentara ahli bedah pertama membuktikan dengan memotong tangannya sendiri dan berjanji untuk memasangnya kembali di pagi hari. Sedangkan tentara kedua melakukan hal yang sama dengan memotong hatinya dan tentara ketiga membuktikan dengan mencungkil matanya sendiri. Para ahli bedah sangat percaya diri karena mereka diam-diam memiliki lotion ajaib yang bisa menempel kembali bagian tubuh yang terputus.

Kemudian ketiga potongan tubuh mereka diletakkan di atas piring dan diberikan kepada pelayan penginapan dan ditaruh di atas lemari. Pemilik penginapan juga menyuruh gadis pelayan untuk mengawasi mereka sampai pagi.

Namun pada malam itu, kekasih sang gadis pelayan yang merupakan seorang prajurit datang. Gadis pelayan pun memberinya sesuatu untuk dimakan, sehingga dia lupa untuk menjaga potongan tubuh diatas lemari tadi. Kemudian seekor kucing menyelinap masuk dan memakan bagian tubuh tersebut.

Ketika gadis pelayan kembali dan menemukan potongan-potongan tubuh yang dijaga menghilang, kekasihnya sang prajurit berjanji untuk menggantinya. Kekasihnya mengganti potongan tangan dengan memotong tangan seorang pencuri yang baru saja digantung di alun-alun kota. Untuk ganti hatinya, dia mengambil hati babi yang dia disembelih. Sedangkan untuk mengganti mata, dia menyusul kucing tadi dan mencongkel mata kucing tersebut.

Keesokan harinya, ketiga ahli bedah itu secara ajaib bisa memasang kembali bagian tubuh mereka seperti yang dijanjikan. Namun, ketika mereka melanjutkan perjalanan, dokter bedah pertama yang memotong tangannya mendapati kalau dirinya terus-menerus mencoba mencuri uang dari orang asing.

Ahli bedah kedua yang memotong hatinya tidak mampu melawan keinginannya untuk berguling-guling di lumpur. Sedangkan ahli bedah ketiga yang mencongkel matanya, pada malam hari dia tidak bisa tidur dan bisa melihat tikus berlari melintasi lantai yang gelap.

Menyadari ada sesuatu yang salah dengan anggota tubuh mereka, ketiga ahli bedah kembali ke penginapan dan meminta bagian tubuh mereka yang asli kembali. Sayangnya, gadis pelayan itu sudah melarikan diri dengan kekasihnya dan tidak ada orang lain yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.

Sebagai gantinya, para ahli bedah hanya menuntut agar pemilik penginapan memberi mereka semua uang yang dia miliki sebagai imbalan jika tidak mau penginapannya dibakar.

1. The Mouse, The Bird, And The Sausage

Cerita dongeng “The Mouse, the Bird, and the Sausage” merupakan Dongeng Grimm yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1812.

10 Cerita Dongeng - Seram dan Tak Banyak Orang Tahu

Dalam kisah yang sangat aneh ini, ada seekor tikus, seekor burung, dan sosis yang hidup bersama di sebuah pondok indah di hutan. Mereka memiliki pekerjaan masing-masing di dalam rumah. Sang burung bertugas untuk terbang ke hutan mengumpulkan kayu. Sang tikus bertugas membawa air dan menyalakan perapian. Sedangkan sosis bertugas untuk memasak makan malam. Mereka semua bekerja sama dan mampu menjalani kehidupan yang nyaman.

Suatu hari saat mengumpulkan kayu bakar di hutan, sang burung bertemu dengan seorang teman lamanya. Teman lamanya mencemooh nya karena dia bekerja begitu keras sementara sosis dan tikus hanya tinggal di rumah sepanjang hari tanpa melakukan apa-apa. Temannya berpendapat kalau apa yang dilakukan tikus hanyalah menyalakan api dan yang dilakukan sosis hanyalah duduk di kompor sepanjang hari sampai bubur siap.

Setelah mendengar perkataan temannya, sang burung setuju dan merasa perkataannya benar. Alih-alih pergi bekerja pada hari berikutnya, sang burung mengatakan kepada teman-temannya kalau dia tidak ingin menjadi budak lagi dan jika mereka menginginkan kayu, tikus dan sosis harus pergi keluar sendiri untuk mendapatkannya.

Tikus dan sosis pun terkejut dan mereka setuju untuk mencoba bertukar pekerjaan. Sosis sekarang bertugas untuk pergi ke hutan mengumpulkan kayu. Namun, saat mencari kayu di hutan, sosis tidak kembali pada keesokan harinya dan sang burung pun harus keluar dan mencarinya.

Segera, dia menemukan seekor anjing yang sedang membawa sosis di mulutnya. Sang burung kemudian memohon pada anjing tersebut untuk melepaskan sosis. Akan tetapi, anjing tersebut menolak dan mengklaim kalau sosis itu membawa surat-surat palsu dan malah membunuh sang sosis.

Sang burung bersedih dan kembali kerumah. Dia dengan tikus kemudian memutuskan untuk melakukan yang terbaik. Ketika tikus mencoba memasak seperti sosis, tikus mencoba untuk mencampur sayuran dengan merangkak dalam panci, tapi dia malah terebus sampai mati. Ketika burung datang untuk makan malam, dia marah karena tidak ada makan malam yang disajikan dan temannya malah meninggal.

Marah, sang burung melemparkan kayu ke sekeliling rumah dan menyebabkan rumahnya terbakar. Sang burung kemudian mencoba memadamkan api dengan mengambil air di dalam sumur. Tapi kemudian kemudian ember yang dipakai jatuh ke dalam sumur dan dirinya juga ikut terjatuh dan mati tenggelam.


0 Comments

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Gif
GIF format