Tradisi Festival Lembah Baliem di Wamena Papua


Festival Lembah Baliem di Wamena Papua telah menjadi daya tarik para wisatawan asing. Awalnya, festival ini merupakan acara perang suku antara suku Dani, Lani, dan Yali.

Mereka melakukan tradisi ini sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran yang telah berlangsung selama beberapa generasi. Walaupun festival ini merupakan acara perang duku, tapi tetap aman untuk kita nikmati.

Festival Lembah Baliem

Festival Lembah Baliem

Festival Lembah Baliem berlangsung selama tiga hari di bulan Agustus setiap tahunnya. Keistimewaan festival ini dimulai dengan skenario yang memicu perang seperti penculikan warga, pembunuhan anak-anak suku, atau menyerang ladang yang baru dibuka.

Karena penyebab inilah, para suku-suku lain ingin membalas dendam sehingga penyerangan dilakukan. Daya tarik tradisi ini tidak menjadikan permusuhan nyata antar suku. Tetapi memiliki makna positif yaitu “Yogotak Hubuluk Motog Hanoro” yang berarti “Harapan Besok Harus Lebih Baik Dari Hari Ini”.

Puncak dari festival tahunan ini adalah pertempuran antara suku Dani, Yali, dan Lani ketika masing-masing suku mengirim prajurit terbaik ke arena perang dan mengenakan tanda kebesaran terbaiknya.

Festival ini juga dimeriahkan dengan pesta makan daging babi yang dimasak di bawah tanah disertai dengan musik dan tarian tradisional Papua. Ada juga seni dan kerajinan tangan yang dipajang atau dijual.

Selain itu, kita bisa menonton perlombaan memanah, melempar sege atau batang ke sasaran, puradan atau memutar roda dari anyaman rotan, dan sikoko atau melemparkan bidak ke sasaran.

Peserta Festival Lembah Baliem

Seperti yang kita tahu, peserta festival ini adalah suku Dani, Yali, dan Lani. Setiap suku memiliki identitasnya sendiri. Semua orang dapat melihat perbedaan yang jelas antara mereka dengan kostum dan koteka yang mereka kenakan.

Koteka merupakan penutup alat kelamin pria yang terbuat dari kulit labu kering. Selain memakai koteka, mereka juga memakai penutup kepala yang terbuat dari bulu Cendrawasih atau Kasuari.

Laki-laki dari suku Dani biasanya mengenakan koteka kecil. Sementara laki-laki suku Lani mengenakan koteka lebih besar karena tubuh mereka lebih besar dari rata-rata lelaki Dani. Pria Suku Yali mengenakan koteka panjang dan ramping yang diikat dengan sabuk rotan dan diikat ke pinggang.

Kesimpulan

Festival Lembah Baliem di Wamena Papua merupakan acara perang suku antara suku Dani, Lani, dan Yali yang telah menjadi daya tarik para wisatawan asing dan aman untuk kita nikmati.


0 Comments

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Gif
GIF format