Sekarang ini, dunia sedang digemparkan tentang munculnya wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China. Selain jumlah kasus dan kematian yang terus meningkat, beberapa mitos beredar luas dan malah membuat masyarakat dunia menjadi lebih panik. Oleh karena itu, WHO memulai kampanye untuk meluruskan mitos yang beredar. Lalu apa sajakah mitos virus corona yang belum terbukti kebenarannya?

5 Mitos Virus Corona – Mitos Populer Dan Faktanya

5 Mitos Virus Corona

Nah langsung aja nih guys, berikut ini adalah 5 mitos virus corona populer yang belum terbukti kebenarannya.

1.Mitos: Virus corona bisa menular hanya lewat tatapan mata

Jika kalian pernah mendengar mitos kalau virus corona bisa ditularkan melalui tatapan mata, kalian tidak perlu khawatir karena mitos yang satu ini tidak benar sama sekali.

Fakta:

Faktanya, penyebaran virus corona sebagian besar disebabkan oleh tetesan atau percikan air liur penderita ketika batuk atau bersin dalam jarak jangkau sekitar 2 meter.

2. Mitos: Virus corona bisa menular melalui pengiriman paket dari China

Penyebaran virus corona melalui pengiriman paket atau barang dari China juga menjadi salah satu mitos yang sedang beredar. Mitos ini muncul karena orang yang sering membeli barang dari Asia terutama China khawatir kalau barang yang dikirimkan telah terkontaminasi virus.

Fakta:

Faktanya, mitos yang satu ini tidak benar sama sekali. Menurut CDC (Centers for Disease Control), virus corona memiliki kemampuan bertahan yang cukup rendah di permukaan suatu barang. Ditambah lagi, tidak ada penelitian atau bukti bahwa virus dapat menyebar melalui paket atau barang. Jadi, paket atau barang dari negara-negara Asia terutama China dianggap masih aman.

5 Mitos Virus Corona – Mitos Populer Dan Faktanya

3. Mitos: Meminum alkohol bisa menyembuhkan virus corona

Mitos yang satu ini cukup populer karena nama “virus corona” sering dikaitkan dengan salah satu merek minuman beralkohol “Corona”. Walaupun terdengar tidak masuk akal, masih ada saja orang yang menganggap serius mitos yang satu ini.

Fakta:

Faktanya, virus dan minuman beralkohol tidak ada hubungannya sama sekali. Menurut Susan Philip, direktur Disease Prevention and Control di San Francisco Health Department menyebutkan, kalau penyembuhan atau penyebab virus baru corona tidak terkait dengan konsumsi alkohol. Alkohol memang bisa membunuh bakteri dan virus, tetapi hanya dalam bentuk sabun antiseptik dan hand sanitizer.

4. Mitos: Memakan bawang putih bisa mencegah infeksi virus corona

Selain mengkonsumsi alkohol, mengkonsumsi bawang putih juga diduga bisa mencegah infeksi virus.

Fakta:

Faktanya, bawang putih memang memiliki banyak manfaat karena kandungan senyawa anti-bakteri yang tinggi. Tapi hingga saat ini, belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan bahwa bawang putih dapat mencegah infeksi virus corona. Oleh karena itu, mitos virus corona yang satu ini belum terbukti benar.

5. Mitos: Vaksin pneumonia bisa menyembuhkan infeksi virus corona

Salah satu gejala umum corona virus adalah gejala pneumonia, seperti kesulitan bernapas. Karena itulah, banyak orang yang berfikir kalau vaksin pneumonia bisa digunakan untuk melawan virus yang satu ini.

Fakta:

Faktanya, mitos ini salah. Vaksin untuk pneumonia seperti pneumokokus atau Haemophilus influenza tipe B (HiB) sama sekali tidak bisa melindungi tubuh dari virus corona. Virus novel corona dari Wuhan, China merupakan virus baru dan berbeda dari virus lain. Sampai saat ini, para ahli kesehatan sedang berusaha mencari formula vaksin corona.

Kesimpulan

Perlu diingat, penularan virus corona itu melalui percikan air liur ketika bersin atau batuk. Oleh karena itu, para ahli menyarankan untuk selalu memakai masker ketik berpergian dan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang sesuatu.


Comments

comments