Penyakit Tulang


Kebanyakan penyakit tulang disebabkan karena kekurangan kalsium. Padahal kalsium berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah berbagai macam penyakit tulang.

Kelainan tulang bisa membuat penderitanya mengalami kesulitan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, pencegahan dini perlu dilakukan agar tulang kita tetap sehat dan kuat seiring bertambahnya usia.

3 Penyakit Tulang - Berbahaya Akibat Kekurangan Kalsium

3 Penyakit Tulang Akibat Kekurangan Kalsium

Tulang merupakan organ penting dalam tubuh manusia. Fungsi utama tulang adalah sebagai penopang tubuh, tempat menempelnya otot untuk bergerak, membentuk postur tubuh, dan melindungi organ-organ inti dalam tubuh. Selain itu, tulang juga berfungsi untuk menyimpan mineral dan memproduksi sel darah.

Kepadatan dan kesehatan tulang sangat dipengaruhi oleh kadar kalsium dalam tubuh. Oleh karena itu, kurangnya asupan kalsium bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit tulang baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Nah langsung aja nih guys, berikut ini adalah 3 jenis penyakit tulang akibat kekurangan kalsium yang perlu kamu waspadai.

1. Osteoporosis

Osteoporosis merupakan suatu kondisi ketika kepadatan tulang menurun. Keadaan ini kemudian menyebabkan tulang menjadi keropos dan mudah patah. Meski umumnya osteoporosis dialami oleh wanita yang sudah memasuki masa menopause, jenis nyeri tulang ini juga bisa terjadi pada pria berusia 65 tahun ke atas.

Osteoporosis jarang menimbulkan gejala, makanya banyak orang yang tidak sadar kalau dirinya mempunyai penyakit ini. Biasanya, osteoporosis baru terdeteksi ketika penderitanya jatuh atau mengalami cedera yang menyebabkan patah tulang.

Osteoporosis

Osteoporosis memang bisa dialami oleh siapa saja termasuk anak-anak dan orang dewasa. Namun kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita yang sudah memasuki masa menopause. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen yang berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang.

Gejala Osteoporosis

Osteoporosis seringkali tidak menimbulkan gejala apa pun. Kondisi ini biasanya hanya ditemukan ketika seseorang mengalami cedera seperti cedera sepak bola atau cedera lain yang biasanya menyebabkan patah tulang.

Ketika kepadatan tulang menurun, penderita osteoporosis biasanya akan mengalami gejala:

  • Mudah mengalami patah tulang, walaupun itu hanya tabrakan ringan.
  • Nyeri punggung yang biasanya disebabkan oleh patah tulang belakang.
  • Postur tubuh membungkuk.
  • Tinggi badan malah menurun.

Penyebab Osteoporosis

Osteoporosis disebabkan oleh penurunan kemampuan tubuh untuk meregenerasi tulang dan akibatnya akan mengurangi kepadatan tulang. Kemampuan regenerasi yang menurun ini normalnya akan dimulai ketika seseorang memasuki usia 35 tahun.

Selain faktor usia, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan osteoporosis. Berikut ini adalah beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan resiko seseorang terkena osteoporosis:

  • Jenis kelamin, terutama wanita setelah menopause.
  • Kekurangan kalsium dan vitamin D.
  • Memiliki kelainan hormon dan penyakit aneh tertentu, seperti penyakit Crohn atau malabsorpsi.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat osteoporosis.
  • Mengkonsumsi obat kortikosteroid dalam waktu yang lama.
  • Kecanduan alkohol.
  • Merokok. Kalau kamu kecanduan merokok, kamu bisa mencoba berbagai cara berhenti merokok yang terbukti efektif agar bisa tercegah dari penyakit osteoporosis.

Cara Mendiagnosis Osteoporosis

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, osteoporosis seringkali hanya terdeteksi ketika penderitanya mengalami cedera yang menyebabkan patah tulang. Untuk mendiagnosis osteoporosis, dokter akan melakukan sesi tanya jawab tentang keluhan dan gejala yang kamu alami, termasuk riwayat medis dan obat-obatan yang dikonsumsi.

Jika kamu terluka dan diduga mengalami patah tulang, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu untuk untuk menentukan tingkat keparahan cedera dan patah tulang. Setelah itu, dokter akan melakukan rontgen atau CT scan untuk melihat dengan lebih jelas kondisi tulang yang patah.

Sedangkan untuk mengkonfirmasi osteoporosis dan menentukan risiko penderita mengalami patah tulang, dokter akan mengukur kepadatan tulang menggunakan energi-ganda X-Ray absorptiometry (DXA).

Cara Mengobati Osteoporosis

Pengobatan osteoporosis tergantung pada tingkat keparahannya. Jika seorang penderita sangat beresiko mengalami patah tulang, dokter akan memberikan obat-obatan untuk meningkatkan kepadatan tulang, seperti:

  • Bifosfonat
  • Antibodi monoklonal
  • Terapi Hormon

Jika diperlukan, penderita akan diberikan obat yang bisa meningkatkan pembentukan tulang seperti teriparatide dan abaloparatide. Penderita juga kan disarankan untuk mengurangi aktivitas yang bisa menyebabkan mereka jatuh atau terluka.

2. Rakitis

Penyakit tulang selanjutnya yang perlu diwaspadai adalah rakitis. Rakitis merupakan gangguan pertumbuhan tulang pada anak-anak yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D. Hal ini bisa menyebabkan tulang menjadi lunak dan rapuh sehingga mudah patah.

Vitamin D berfungsi membantu penyerapan kalsium dan fosfat dari makanan. Kalsium dan fosfat merupakan mineral yang penting untuk menjaga kekuatan tulang. Jika tubuh kekurangan vitamin D, maka kadar kalsium dan fosfat di tulang juga akan berkurang. Akibatnya, tulang akan melunak dan rapuh.

3 Penyakit Tulang - Berbahaya Akibat Kekurangan Kalsium

Rakitis biasanya terjadi pada anak-anak berusia 6 bulan hingga 3 tahun. Walaupun umumnya terjadi pada anak-anak, kelainan tulang ini juga bisa dialami oleh orang dewasa.

Gejala Rakitis

Rakitis pad anak menyebabkan tulang menjadi rapuh dan memicu pertumbuhan tulang menjadi abnormal. Gejala rakitis meliputi:

  • Nyeri pada tulang belakang, tulang kaki, dan tulang panggul.
  • Mudah mengalami patah tulang karena tulang rapuh.
  • Mengalami gangguan tulang, seperti kaki bengkok atau skoliosis.
  • Tubuh pendek atau kerdil karena pertumbuhan terhambat.
  • Kelainan gigi, seperti pertumbuhan gigi lebih lambat dan gigi mudah berlubang.

Dalam beberapa kasus, anak-anak dengan rakitis juga mengalami kekurangan kadar kalsium dalam darah (hipokalsemia). (reff) Kondisi ini bisa memperparah gejala dan menyebabkan kram otot dan kesemutan pada kaki.

Penyebab Rakitis

Rakitis terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup asupan vitamin D atau tubuh tidak bisa memproses vitamin D secara normal. Padahal, vitamin D dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu menyerap kalsium dan fosfat dari makanan. Kekurangan vitamin D akan menyebabkan gangguan penyerapan kalsium dan fosfat.

Kekurangan vitamin D bisa terjadi jika kulit kurang terpapar sinar matahari, kurangnya asupan makanan yang kaya vitamin D seperti minyak ikan dan kuning telur, dan gangguan penyerapan vitamin D. Sedangkan gangguan penyerapan vitamin D bisa disebabkan oleh beberapa kondisi:

  • Cystic fibrosis
  • Penyakit celiac
  • Penyakit ginjal
  • Radang usus

Dalam kasus yang jarang terjadi, rakitis pada anak-anak atau orang dewasa juga bisa disebabkan oleh faktor genetik yang disebut hipofosfatemia.

Hipofosfatemia disebabkan oleh gangguan ginjal dalam menyerap fosfat. Bayi yang lahir dari ibu yang kekurangan vitamin D selama kehamilan juga lebih berisiko terkena rakitis. Selain itu, rakitis juga lebih berisiko pada anak-anak yang memiliki kondisi:

  • Lahir sebelum waktunya.
  • Tidak disusui secara ekslusif .
  • Berkulit gelap.
  • Tinggal di daerah yang kurang sinar matahari.
  • Konsumsi obat-obatan, seperti obat anti-kejang dan anti-virus.

Cara Mendiagnosis Rakitis

Untuk menentukan apakah seorang anak memiliki rakitis atau tidak, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan tentang keluhan dan gejala yang dialami oleh anak tersebut.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Salah satu tes yang biasa dilakukan adalah melakukan tekanan lembut pada tulang anak terutama tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang di kaki dan pergelangan kaki.

Jika anak tersebut merasa sakit ketika tulang ditekan atau dokter mencurigai adanya kelainan pada tulang, dokter akan melakukan tes lebih lanjutan dalam bentuk:

  • Tes darah untuk mengukur kadar kalsium dan fosfat dalam tubuh.
  • X-ray atau CT scan tulang untuk melihat apakah ada kelainan tulang.
  • Pengambilan sampel jaringan tulang (biopsi) untuk pemeriksaan di laboratorium.

Cara Mengobati Rakitis

Pengobatan rickets bertujuan untuk meningkatkan jumlah vitamin D dalam tubuh anak dan meringankan gejala yang ditimbulkan. Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi rakitis antara lain:

  • Berikan anak-anak makanan yang kaya kalsium dan vitamin D, seperti ikan dan telur.
  • Berikan suplemen kalsium dan vitamin D jika asupan makanan kurang.
  • Suntikan vitamin D setiap tahun, jika anak tidak dapat mengkonsumsi suplemen dan menderita penyakit hati atau penyakit usus.
  • Sering menjemur anak di bawah sinar matahari secara teratur.

Yang perlu diingat nih guys, kebutuhan vitamin D setiap anak bisa berbeda-beda. Oleh karena itu, pemberian suplemen harus disesuaikan dengan kebutuhan harian anak dan tidak boleh melebihi batas maksimum untuk menghindari overdosis.

Jika rakitis menyebabkan kelainan tulang, dokter akan merekomendasikan menggunakan penyangga untuk mendukung pertumbuhan tulang anak. Tapi kalau kelainan tulang tergolong parah, dokter akan melakukan operasi untuk memperbaiki tulang anak tersebut.

Komplikasi Yang Ditimbulkan

Jika tidak diobati dengan segera dan benar, penyakit tulang ini bisa menyebabkan komplikasi seperti:

  • Kejang-kejang.
  • Gangguan pada gigi.
  • Sakit tulang dan kelainan tulang.
  • Gangguan pertumbuhan.
  • Tulang tiba-tiba patah tanpa sebab.
  • Kelainan lengkung tulang belakang.

3. Osteomalasia

Osteomalasia adalah suatu kondisi dimana tulang tidak bisa mengeras, sehingga sangat rentan bengkok atau bahkan sampai patah. Kondisi ini bisa terjadi karena kekurangan vitamin D, kalsium atau fosfor yang diperlukan untuk pengerasan tulang.

Penyakit tulang osteomalasia bisa diatasi dengan mengkonsumsi suplemen yang mengandung kalsium atau vitamin D. Penderitanya juga dianjurkan berjemur pada pagi hari karena paparan sinar matahari pada pagi hari bisa membantu menghasilkan vitamin D dalam tubuh.

Osteomalasia

Gejala Osteomalasia

Awalnya, penderita osteomalasia tidak merasakan gejala apa pun. Ketika kondisinya semakin memburuk, tulang-tulang penderita akan menjadi rapuh dan ditandai dengan gejala-gejala osteomalasia seperti berikut ini:

  • Nyeri pada beberapa bagian tubuh, terutama punggung bagian bawah, panggul, pangkal paha, kaki, dan tulang rusuk. Rasa sakit akan memburuk di malam hari atau saat membawa beban berat.
  • Tertatih-tatih ketika berjalan, kesulitan berdiri, dan kesulitan menaiki tangga karena otot lemah.
  • Tubuh mudah merasa lelah.

Jika kondisinya semakin parah, penderita bisa mengalami patah tulang. Selain itu, kekurangan kalsium juga bisa menyebabkan gejala mati rasa, otot kaku dan tegang, serta detak jantung tidak teratur.

Penyebab Osteomalasia

Osteomalasia disebabkan oleh proses perkembangan tulang yang tidak lengkap, sehingga tulang tidak mengeras. Hal ini bisa terjadi karena tubuh kekurangan kalsium, fosfor atau vitamin D. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan seseorang kekurangan zat kalsium, fosfor, dan vitamin D seperti:

  • Kurang terpapar sinar matahari.
  • Usia semakin tua atau lansia.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Gangguan fungsi ginjal atau hati.
  • Efek samping dari obat anti-konvulsan.
  • Penyakit celiac dimana usus kecil tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan.
  • Melakukan operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh perut (gastrektomi).

Cara Mendiagnosis Osteomalasia

Untuk menilai kondisi tulang dan mengetahui penyebab osteomalasia, ada beberapa tes yang bisa dilakukan oleh dokter seperti:

  • Sinar-X, untuk melihat celah kecil di tulang.
  • Pemeriksaan BMD (kepadatan mineral tulang), untuk melihat kepadatan tulang.
  • Tes darah dan urin, untuk memeriksa kadar vitamin D, fosfor, dan kalsium dalam darah dan urin. Selain itu, tes darah dan urin juga bisa memeriksa kadar hormon paratiroid yang mempengaruhi kadar kalsium dalam tubuh.
  • Biopsi tulang, prosedur untuk dilakukan dengan mengumpulkan sampel jaringan tulang menggunakan jarum untuk penyelidikan lebih lanjut di laboratorium. Namun, pemeriksaan ini jarang dilakukan.

Cara Mengobati Osteomalasia

Untuk memenuhi kebutuhan kalsium, fosfor, vitamin D, dan untuk mengobati osteomalasia, dokter akan menyarankan pasien untuk:

  • Berjemur di bawah sinar matahari. Penderita akan sering diminta untuk berjemur pada pagi hari. Jangan lupa untuk menggunakan tabir surya sebelum berjemur terutama jika matahari sudah terik.
  • Mengkonsumsi suplemen vitamin D. Penderita osteomalasia dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin D selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.
  • Mengkonsumsi suplemen kalsium atau fosfor. Jika kadar kalsium atau fosfor rendah dalam tubuh, dokter akan meresepkan suplemen kalsium atau fosfor.
  • Sesuaikan pola makan sehat. Dokter akan menyarankan penderita untuk meningkatkan pola makan penderita untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan yang kaya kalsium, vitamin D, dan fosfat.

Jika sudah ada tulang yang rusak atau cacat karena osteomalasia, dokter ortopedi akan merekomendasikan pemasangan brace atau bahkan operasi. Dan jika ada penyakit yang mendasari kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfor, dokter juga akan mengobati penyakit tersebut.

Cara Mencegah Penyakit Tulang Akibat Kekurangan Kalsium

Berikut ini adalah tips yang bisa kamu terapkan untuk menjaga kesehatan tulang dan mengantisipasi terjadinay penyakit tulang seperti di atas. Cara mencegahnya yaitu:

1. Memenuhi Asupan Kalsium dan Vitamin D

Tubuh tidak bisa menghasilkan kalsium sendiri. Oleh karena itu, kalsium perlu diperoleh dari makanan. Namun, tubuh juga membutuhkan vitamin D untuk menyerap kalsium dari makanan di usus.

Vitamin D bisa dibentuk secara alami oleh tubuh dengan bantuan sinar matahari. Agar mencukupi kebutuhan untuk tubuh, vitamin D juga perlu diperoleh dari makanan. Untuk memenuhi asupan vitamin D dan kalsium, kamu bisa makan makanan yang kaya akan vitamin D seperti sarden, tuna, bayam, kubis, kedelai, kuning telur, susu, dan keju.

2. Mengkonsumsi Suplemen Kalsium

Penuaan dan kondisi medis tertentu bisa menghambat penyerapan kalsium di usus dan mempercepat pengurangan kalsium dan mineral lain dari tulang. Oleh karena itu, terkadang hanya asupan kalsium dari makanan saja tidak cukup.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium, kamu bisa mengkonsumsi suplemen kalsium. Pilih suplemen kalsium yang juga mengandung kombinasi vitamin C dan D3. Vitamin tambahan ini akan membantu penyerapan kalsium dari makanan dan mencegah hilangnya kalsium dari tulang. Jika memungkinkan, kamu bisa memilih suplemen kalsium organik atau yang berasal dari sumber makanan sehat alami seperti sayuran hijau.

3 Penyakit Tulang - Berbahaya Akibat Kekurangan Kalsium

Bentuk suplemen kalsium yang bisa dikonsumsi ada bermacam-macam. Beberapa suplemen dalam bentuk tablet minum dan beberapa harus dilarutkan dalam air terlebih dahulu (effervescent). Kamu bisa memilih suplemen yang paling sesuai dengan kondisimu. Jangan lupa konsultasikan dengan dokter terlebih dulu tentang jenis suplemen kalsium yang sesuai dengan kebutuhanmu beserta dosisnya.

3. Mengkonsumsi Berbagai Jenis Sayuran

Mengkonsumsi berbagai jenis sayuran merupakan salah satu cara untuk menghindari penyakit tulang. Sayuran dan makanan antioksidan ternyata kaya akan vitamin C yang berperan dalam produksi sel pembentuk tulang. Selain itu, vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan yang bisa melindungi sel-sel tulang dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

4. Berolahraga Secara Teratur

Berolahraga sangat dianjurkan untuk semua orang mulai dari anak-anak hingga orang tua baik itu pria dan wanita. Olahraga yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan tulang antara lain manfaat berjalan kaki, mendaki, dan jogging. Selain itu, latihan beban juga bisa memperkuat tulang.

Selain memperkuat otot, olahraga tadi juga terbukti merangsang pembentukan tulang dan memaksimalkan penyimpanan mineral serta mencegah kehilangan mineral pada tulang. Hal ini bisa mencegah nyeri tulang.

5. Menjaga Berat Badan Tetap Ideal

Orang yang kekurangan berat badan lebih beresiko terkena osteopenia dan osteoporosis. Sedangkan orang yang kelebihan berat badan atau gemuk cenderung memiliki kualitas tulang buruk dan lebih berisiko patah tulang. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga berat badan ideal agar tulang tetap sehat.

Penyakit tulang karena kekurangan kalsium bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan mengurangi kemampuan bergerak. Oleh karena itu, lebih baik menjaga kesehatan tulang sejak usia dini, jangan menunggu sampai sakit tulang.

Cara mempertahankan berat badan ideal adalah dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup dan menerapkan gaya hidup sehat. Jika kamu merasa asupan kalsium dari makanan tidak mencukupi, kamu bisa mengkonsumsi suplemen kalsium sesuai dengan rekomendasi dokter.


1706
2.7k shares, 1706 points