Sejarah Papua – Kembalinya Papua ke Wilayah NKRI


839
839 points

Sampai sekarang, Papua masih terus bergejolak. Salah satu akar persoalan mengapa Papua terus bergejolak yaitu perdebatan tentang pelaksanaan Referendum Papua melalui Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) yang terjadi pada tahun 1969. Selain itu, masih banyak orang yang mempersoalkan sejarah Papua masuk kembali ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sejarah Papua - Kembalinya Papua ke Wilayah NKRI

Dikutip dari kompas, menurut tokoh Pejuang Papua bernama Ramses Ohee di Jayapura, sejarah Papua masuk ke dalam NKRI sudah benar. Hanya saja, sering dibelokkan sejumlah warga tertentu yang kebanyakan generasi muda. Agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan, lebih baik kita tahu terlebih dahulu sejarah Papua kembali ke wilayah NKRI.

Sejarah Papua Gabung NKRI

Seperti yang kita tahu, negara Indonesia memproklamasikan kemerdekaan dari Sabang sampai Merauke pada tanggal 17 Agustus 1945. Walaupun sudah resmi dinyatakan merdeka, Belanda tetap keras kepala dan tidak mau angkat kaki dari bumi Papua.

Oleh karena itu, bangsa Indonesia melakukan berbagai upaya untuk untuk mengusir penjajah Belanda dari Tanah Papua. Beberapa upaya bangsa Indonesia mengusir Belanda dari tanah Papua antara lain:

1. Konferensi Meja Bundar (KMB)

Empat tahun setelah Indonesia merdeka 1945, Belanda tetap saja belum mau pergi dari tanah Papua. Salah satu cara yang dilakukan Indonesia untuk mengusir Belanda yaitu melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) yang diadakan di Den Haag, Belanda pada tanggal 23 Agustus 1949.

Konferensi Meja Bundar (KMB)

Dalam perjanjian KMB disepakati, kalau wilayah seluruh bekas jajahan Belanda adalah wilayah Republik Indonesia, kecuali Papua Barat akan dikembalikan Belanda ke pangkuan NKRI 2 tahun kemudian. Konferensi ini kemudian diikuti dengan Pengakuan dan Penyerahan kekuasaan atas wilayah jajahan Belanda kepada Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949.

2. Trikora (Tri Komando Rakyat)

Walaupun sudah sepakat, kesepakatan KMB ternyata diingkari oleh Belanda sendiri. Belanda bahkan juga mempersiapkan langkah-langkah untuk memisahkan Tanah Papua dari NKRI dengan membentuk Dewan Nasional Papua (cikal bakal Organisasi Papua Merdeka atau OPM).

Trikora (Tri Komando Rakyat)

Setelah itu, mereka kemudian tergesa-gesa mendeklarasikan negara boneka buatan Belanda pada tanggal 1 Desember 1961. Kelicikan Belanda inilah yang membuat bangsa Indonesia berang.

Oleh karena itu, pada tanggal 19 Desember 1961, Presiden Indonesia Soekarno mengumumkan Trikora ( Tri Komando Rakyat) untuk mengembalikan Irian Barat kepangkuan Negara Republik Indonesia.

3. New York Agreement

Setelah Trikora, Presiden Sukarno membentuk Komando Mandala untuk merebut Papua pada tanggal 2 Januari 1962. Situasi ini kemudian membuat Belanda tertekan dan terpaksa bersedia berunding lagi dengan Indonesia.

Hasilnya pada tanggal 15 Agustus 1962, disepakati Perjanjian New York yang menyatakan, bahwa Belanda akan menyerahkan kekuasaannya atas Papua kepada United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA). Isi kesepakatan ini memuat penyelesaian sengketa atas wilayah Papua atau Irian Barat.

Penyerahan kekuasaan Belanda atas tanah Papua dilakukan secara tidak langsung. Belanda menyerahkannya kepada PBB terlebih dulu, baru setelah itu PBB menyerahkanya ke pemerintah Indonesia melalui referendum (PEPERA).

Perjanjian New York itu mensyaratkan Indonesia untuk melaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera). Artinya, rakyat Papua bagian barat akan memutuskan sendiri apakah bersedia menjadi bagian dari Indonesia atau tidak. Batas waktu pelaksanaan Pepera ditetapkan sampai akhir 1969 dengan PBB sebagai pengawasnya.

Akhirnya pada tanggal 1 Oktober 1962, Belanda baru menyerahkan otoritas administrasi Papua kepada PBB melaui UNTEA hingga 1 Mei 1963. Lalu, tanggal 31 Desember 1962, bendera Belanda resmi diturunkan dan diganti bendera Merah Putih dan bendera PBB.

4. Referendum PEPERA

Kemudian pada tanggal 1 Mei 1963, UNTEA menyerahkan pemerintahan Papua bagian barat kepada Indonesia. UNTEA kemudian mempersiapkan referendum untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Irian Barat melakukan jajak pendapat melalui Pepera.

Sejarah Papua - Kembalinya Papua ke Wilayah NKRI

Proses persiapan referendum PEPERA memakan waktu tujuh tahun. Baru pada tahun 1969, referendum (PEPERA) digelar dan diwakili 175 orang sebagai utusan dari delapan kabupaten di Papua pada masa itu.

Hasil Pepera menunjukan, rakyat Papua setuju untuk kembali ke pangkuan NKRI. Maka jadilah Papua menjadi provinsi ke-26 Indonesia dengan nama Irian Jaya. Disisi lain, keputusan ini tetap ditentang OPM dan sejumlah pengamat independen yang diprovokasi Belanda. Bahkan sampai sekarang, hal ini masih menjadi konflik sampai-sampai muncul wacana Papua ingin memisahkan diri dari NKRI.

Tapi yang pasti sejarah Papua mencatat, PBB mengesahkan hasil PEPERA dengan sebuah Resolusi Majelis Umum PBB No. 2504 tanggal 19 Oktober 1969. Rakyat Irian Barat pun tetap ingin bergabung dengan Republik Indonesia dan nama Irian Barat kemudian diganti dengan nama Irian Jaya.


0 Comments

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Gif
GIF format