Penyakit Vitiligo


Mungkin masih banyak dari kalian yang belum tahu apa itu vitiligo. Vitiligo adalah penyakit yang menyebabkan hilangnya pigmen di kulit. Akibatnya, warna kulit penderita menjadi belang. Vitiligo biasanya terjadi di area tertentu dan paling sering terjadi di punggung tangan, wajah, dan ketiak. Penyakit kulit ini juga bisa menyerang rambut dan bagian dalam mulut.

Apa itu Vitiligo - Penjelasan Lengkap dan Cara Mengobati

Vitiligo termasuk penyakit yang tidak mematikan dan penyakit tidak menular tapi tidak bisa disembuhkan. Kebanyakan penderitanya akan merasa kurang percaya diri karena warna kulit mereka tidak rata. Berbeda dengan penyakit coronavirus yang sedang mewabah sekarang, penyakit ini termasuk penyakit mematikan kalau tidak ditangani dengan cepat.

Vitiligo bisa menyerang semua kelompok ras dan etnis. Biasanya, penyakit ini akan lebih jelas terlihat pada orang dengan kulit gelap. Walaupun penyakit ini bisa menyerang semua jenis umur, setengah dari kasus terjadi pada orang yang berusia kurang dari 20 tahun.

Gejala Vitiligo

Gejala utamanya adalah hilangnya pigmen kulit secara merata di beberapa bagian tubuh. Biasanya, perubahan warna pertama kali terlihat di area yang terkena sinar matahari langsung seperti tangan, kaki, lengan, wajah, dan bibir.

Apa itu Vitiligo - Penjelasan Lengkap dan Cara Mengobati

Berikut ini adalah gejala vitiligo pada umumnya:

  • Hilangnya warna kulit secara merata di area tubuh tertentu.
  • Hilangnya warna pada lapisan jaringan yang melapisi selaput lendir (di mulut dan hidung),
  • Perubahan warna bola mata atau retina.
  • Mulai muncul uban di rambut seluruh tubuh, alis, atau bahkan janggut.
  • Beberapa penderita akan merasakan sakit dan gatal di area kulit yang terkena.
  • Ruam akan muncul di daerah kulit setelah terpapar sinar matahari.

Jenis-Jenis Vitiligo

Dilansir dari American Academy of Dermatology, vitiligo terdiri dari 2 jenis:

1. Vitiligo Segmental

Vitiligo segmental hanya muncul di satu sisi tubuh. Berikut ini adalah karakteristik vitiligo segmental:

  • Hanya muncul di 1 bagian tubuh seperti kaki, wajah, atau lengan.
  • Sebagian besar dari penderitanya telah kehilangan warna rambut, bulu mata atau alis.
  • Biasanya muncul saat usia dini atau masih sangat muda.
  • Seringkali berlangsung selama sekitar satu tahun dan kemudian berhenti menyebar.

2. Vitiligo Non-Segmental

Tipe non-segmental merupakan tipe yang paling sering diderita banyak orang. Berikut ini adalah karakteristik vitiligo non-segmental yang biasanya muncul:

  • Muncul di kedua sisi tubuh, seperti kedua tangan atau lutut.
  • Bercak putih pertama simetris.
  • Hilangnya warna kulit mulai dari ujung jari, pergelangan tangan, hingga tangan.
  • Lebih sering muncul pada kulit yang terpapar sinar matahari seperti wajah, leher, dan tangan.
  • Warna kulit menghilang dengan cepat kemudian berhenti untuk sementara waktu dan bisa menyebar lagi.
  • Warna kulit yang hilang cenderung menyebar ke bagian tubuh lain.

Selain dua jenis utama ini, ada beberapa subtipe dalam vitiligo. Berikut ini 3 jenis vitiligo berdasarkan tempat pengelompokan muncul pada tubuh.

  1. Vitiligo lokal, biasanya muncul hanya satu atau beberapa area pada tubuh.
  2. Vitiligo Umum, biasanya muncul di beberapa daerah dan berkembang menutupi lebih banyak tubuh.
  3. Vitiligo universal, bentuk paling langka. Jenis ini terjadi ketika 80% atau lebih dari tubuh kehilangan pigmen.
Apa itu Vitiligo - Penjelasan Lengkap dan Cara Mengobati

Sejauh ini, tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk memprediksi seberapa luas penyakit ini akan menyebar. Beberapa orang bisa terus mengalami ekspansi, sementara yang lain tidak bisa.

Kamu bisa langsung menghubungi dokter jika mengalami gejala di atas seperti kulit, rambut, atau matamu mulai berubah warna. Walaupun penyakit kulit ini tidak bisa disembuhkan, tetapi terapi bisa mencegah atau memperlambat proses dan bisa mengembalikan warna kulit.

Penyebab

Vitiligo merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan hilangnya sel pewarna yang disebut melanosit. Melanosit adalah bagian dalam tubuh yang berfungsi untuk memproduksi melanin, pigmen yang menentukan warna rambut.

Vitiligo diduga termasuk penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sel-sel dalam sistem kekebalan tubuh keliru menyerag sel-sel sehat dalam tubuh. Sel T atau sel yang melawan infeksi menyerang sel-sel sehat seolah-olah mereka membunuh kuman yang menyebabkan penyakit.

Penyebab

Dalam penyakit kulit ini, tubuh mengenali melanosit sebagai zat asing. Akibatnya, melanosit diserang dan dihancurkan. Jadi, mereka tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya. Ada beberapa faktor risiko seseorang bisa terkena vitiligo, yaitu:

  • Riwayat keluarga, anak-anak memiliki orang tua dengan penyakit ini lebih berisiko mengalami masalah yang sama.
  • Mempunyai penyakit autoimun, terutama penyakit Hashimoto (penyakit tiroid) atau alopecia areata (penyebab kerontokan rambut).
  • Terkena hal-hal yang bisa memicu vitiligo seperti sinar matahari, stres, atau paparan bahan kimia industri.

Orang-orang yang tidak memiliki faktor-faktor di atas tidak selalu bebas dari penyakit kulit ini. Beberapa faktor itersebut hanya faktor yang paling umum dan paling sering terjadi. Kamu perlu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih rinci.

Cara Mengobati Vitiligo

Cara mengobati vitiligo tergantung pada kondisi kesehatan, usia, area penyakit, dan tingkat keparahannya. Walaupun berbagai pengobatan tidak bisa mengembalikan warna kulit secara permanen, tapi sangat berguna untuk mencegah penyebaran meluas. Ada berbagai cara yang bisa kamu pilih untuk mengobati vitiligo, yaitu:

1. Terapi Cahaya dan Psoralen (PUVA)

Terapi ini dilakukan dengan menggabungkan zat-zat yang berasal dari tanaman (psoralen) dengan terapi cahaya. Tujuannya yaitu untuk mengembalikan warna kulit aslinya. Biasanya, terapi cahaya dan psoralen digunakan untuk kondisi kulit yang telah terkena secara meluas.

Dalam terapi, dokter akan memberikan psoralen untuk diminum atau digosokkan langsung ke daerah yang terkena. Setelah itu, terapi cahaya seperti UVA, UVB, atau cahaya excimer akan diberikan.

Terapi Cahaya dan Psoralen (PUVA)

Terapi ini cukup efektif mengembalikan pigmen pada wajah, tubuh, lengan atas, dan kaki bagian atas sekitar 50 hingga 75 persen. Sayangnya, prosedur ini tidak terlalu efektif untuk tangan dan kaki. Untuk mendapatkan hasil maksimal, kamu perlu mengulangi perawatan hingga 3 kali seminggu selama 6 hingga 12 bulan.

Efek samping dari psoralen yaitu bisa mempengaruhi mata. Oleh karena itu, dokter biasanya menyarankanmu untuk melakukan pemeriksaan mata terlebih dulu sebelum dan sesudah perawatan.

2. Mengoleskan Krim Kortikosteroid

Krim kortikosteroid merupakan obat oles yang digunakan untuk mengobati vitiligo yang bercaknya kecil. Krim ini membantu mencegah penyebaran pigmen yang hilang dan tidak semakin luas.

Bahkan, mengoleskan krim kortikosteroid ke kulit yang terkena bisa membantu mengembalikan warna kulit terutama jika digunakan sejak dini. Sekitar 45% pasien mendapatkan warna kulit yang hampir normal setelah 4 hingga 6 bulan.

Akan tetapi, obat ini bekerja paling efektif pada orang dengan kulit gelap. Dibandingkan dengan tangan dan kaki, wajah merupakan area yang paling terasa efeknya jika diobati. Krim kortikosteroid cukup efektif dan mudah digunakan. Namun, seperti halnya obat-obatan pada umumnya, krim ini bisa menyebabkan efek samping seperti penipisan kulit.

3. Mengkonsumsi Obat-Obatan Yang Mempengaruhi Sistem Kekebalan Tubuh

Obat-obatan yang bisa mempengaruh sistem kekebalan tubuh seperti tacrolimus atau pimecrolimus (penghambat kalsineurin). Obat ini cukup efektif untuk bercak yang tidak terlalu luas seperti pada wajah dan leher.

Selain itu, obat-obatan ini memiliki efek samping lebih sedikit daripada krim kortikosteroid. Namun, Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Amerika menemukan hubungan antara penggunaan limfoma obat ini dan kanker kulit. Jadi, kamu hanya boleh mengkonsumsinya sesuai resep dokter.

4. Depigmentasi

Depigmentasi biasanya digunakan pada penderita yang memiliki area yang luas. Selain itu, terapi ini juga dianjurkan jika perawatan lain tidak berhasil. Depigmentasi bertujuan untuk mengurangi warna kulit di daerah yang tidak terpengaruh agar sesuai dengan daerah lainnya yang lebih putih.

Depigmentasi diterapkan dengan menggunakan lotion atau salep yang cukup kuat seperti monobenzone, mequinol, atau hydroquinone. Terapi akan dilakukan sekali atau dua kali sehari selama sembilan bulan atau lebih.

Karena dilakukan dalam waktu yang lama, pengobatan ini bisa membuat kulit menjadi lebih rapuh dan sangat sensitif terhadap sinar matahari. Selain itu, efek samping yang muncul yaitu kemerahan, bengkak, gatal, dan kulit kering.

5. Operasi

Operasi merupakan metode terakhir yang bisa dilakukan jika terapi lain tidak berhasil. Tujuannya adalah untuk meratakan warna kulit dengan mengembalikan warna ke aslinya. Ada beberapa cara untuk melakukan operasi, yaitu:

  • Cangkok kulit. Cangkok kulit dilakukan dengan menghilangkan sebagian kecil kulit yang berpigmen normal. Kemudian, bagian ini akan melekat pada area yang kehilangan pigmen. Umumnya, prosedur bedah ini dilakukan jika kamu memiliki bercak kecil. Selain itu, prosedur ini hanya direkomendasikan untuk orang dewasa. Metode ini cukup efektif hingga sekitar 90 hingga 95 persen. Efek samping yang mungkin timbul adalah infeksi, jaringan parut, hingga kegagalan kulit untuk menyatu.
  • Transplantasi blister. Dalam prosedur ini, dokter akan membuat sayatan kecil pada kulit berpigmen dengan cara disedot. Kemudian, bagian atas kulit dihilangkan dan dipindahkan ke area yang berubah warna. Risiko yang bisa ditimbulkan jika mnggunakan metode ini yaitu jaringan parut pada kulit yang tidak bisa digabungkan. Selain itu, kerusakan kulit yang disebabkan oleh pengisapan juga bisa memicu munculnya bercak lainnya.
  • Tato (micropigement). Metode ini dilakukan oleh dokter menggunakan alat bedah khusus untuk menanamkan pigmen ke kulit. Metode ini efektif diterapkan untuk bercak yang ada pada bagian dalam dan sekitar bibir serta untuk orang dengan kulit gelap. Kerugiannya adalah sulitnya mencocokkan warna kulit yang tepat. Tato juga berpotensi memicu munculnya bercak lainnya.

Selain itu, kamu juga bisa mengobati penyakit kulit ini dirumah seperti melindungi kulit dari sinar matahari atau sinar UV. Jika kamu menderita vitiligo, cobalah untuk menjauhkan kulit dari paparan sinar matahari berlebihan. Gunakan tabir surya dengan SPF tinggi jika mau pergi keluar. Setidaknya, pilih tabir surya yang memiliki SPF 30 dan tahan air.

Komplikasi Yang Ditimbulkan

Vitiligo yang tidak ditangani dengan cepat bisa terus berkembang dan bisa mengakibatkan komplikasi, seperti:

  • Penyebab depresi, stres sosial atau psikologis seperti kurang percaya diri.
  • Kulit rentan terbakar sinar matahari
  • Kanker kulit.
  • Peradangan pada bagian mata yang hitam (iritis).
  • Gangguan pendengaran sebagian.
  • Penyakit autoimun seperti penyakit Addison, hipertiroidisme, atau penyakit lupus.

1708
2.9k shares, 1708 points