Alasan Kasus Pengeroyokan Audrey Yang Sedang Viral


841
841 points

Akhir-akhir ini sedang viral kasus pengeroyokan Audrey seorang siswi SMP oleh 3 siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat. Kasus ini semakin viral karena 3 pelaku pengeroyokan sempat membuat membuat video boomerang di kantor polisi sambil tersenyum. Video itu kemudian menjadi viral di sosial media dan mendapat banyak kecaman dari warganet karena pelaku seolah-olah tidak menyesal dengan perbuatannya.

Alasan Kasus Pengeroyokan Audrey

Bahkan munculnya tagar #JusticeForAudrey pada selasa 9 April 2019 lalu sempat menduduki posisi nomor 1 di dunia.  Diambil dari beberapa sumber, berikut ini adalah alasan kasus pengeroyokan Audrey oleh siswi-siswi SMA di Pontianak versi taupedia.

Alasan Kasus Pengeroyokan Audrey

Audrey Diinjak Perutnya dan Kepalanya Dibentur Kebebatuan

Kasus pengeroyokan Audrey terjadi pada hari Jumat 29 Maret 2019, pukul 14.30 WIB. Pada saat itu Audrey dijemput temannya mau ke rumah sepupunya. Namun ternyata di tengah perjalanan dia dibuntuti para pelaku dengan dua sepeda motor. Kemudian saat di Jalan Sulawesi, Pontianak, Audrey dan temannya dicegat.

Salah satu pelaku langsung menyiramkan air ke wajah korban dan rambutnya ditarik dari belakang hingga dia terjatuh ke jalan. Setelah terbaring di jalan, pelaku lain langsung menginjak perut Audrey dan membenturkan kepalanya ke jalan bebatuan.

Audrey dan temannya sempat melarikan diri menuju Taman Akcaya yang jaraknya tak jauh dari TKP awal tapi mereka tetap dikejar. Kejadian pengeroyokan ini akhirnya menarik perhatian warga sekitar yang kemudian mencoba melerai, tapi para pelaku berhasil melarikan diri.

Alasan Kasus Pengeroyokan Audrey

Motif Pengeroyokan Karena Kesal Komentar di Facebook

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli mengatakan, hasil pemeriksaan sementara jumlah pelaku diindikasikan berjumlah tiga orang pelajar bukannya 12 seperti yang ramai diberitakan.

Dilansir dar tribunnews, Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Tumbur Manalu mengatakan pemicu pengeroyokan tersebut adalah masalah asmara. Masalah asmaranya yaitu antara kakak sepupu korban (mantan pacar) salah satu pelaku dengan salah pelaku tersebut.

Saat itu korban turut berkomentar di halaman Facebook kakak sepupunya. Namun komentarnya dianggap menyinggung salah satu pelaku. Di media sosial mereka kemudian saling bermentar sehingga pelaku memutuskan menjemput dan mengeroyok korban karena kesal terhadap komentarnya.

Alasan Kasus Pengeroyokan Audrey

Polisi Tetapkan 3 Orang Tersangka

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni menuturkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan karena masih melengkapi saksi-saksi dan sedang berkoordinasi dengan rumah sakit untuk mengetahui rekam medis korban. Apalagi korban dan pelaku juga masih di bawah umur. Sampai saat ini dari pemeriksaan, polisi menetapkan 3 orang siswi yang dijadikan tersangka.

Polisi Tetapkan 3 Orang Tersangka

Pelaku Pengeroyokan Diduga Sempat Membuat Video Boomerang Di Kantor Polisi

Tiga orang terduga kasus pengeroyokan Audrey sempat menjalani mediasi di kantor polisi. Tetapi netizen berang dengan ulah mereka karena ke-tiga siswi SMA itu masih sempat membuat video boomerang.

Dikutip dari JPNN, video itu tampak dibuat di kantor polisi dan dalam video itu, salah satu polisi tidak sengaja terekam kamera. Mereka terlihat tersenyum seolah-olah tidak mengalami masalah apapun.

Video boomerang itu sempat diunggah beberapa akun Instagram hingga viral. Akibatnya banyak kecaman muncul dari warganet yang menyesalkan tingkah laku mereka. Sementara itu, SF salah satu siswi SMA dalam video dan juga salah satu pelaku juga masih tetap eksis di akunnya Instagram namun kolom komentarnya ditutup.

Pelaku Pengeroyokan Diduga Sempat Membuat Video Boomerang Di Kantor Polisi

Ramai Tagar #JusticeForAudrey dan Muncul Petisi

Kasus pembulian ini menarik perhatian banyak pihak. Sejumlah warganet yang geram dengan ulah para pelaku dan Simpati untuk Audrey diunggah dengan tulisan #JusticeForAudrey melalui halaman Change.org.

Tak terima dengan kasus kekerasan tersebut, warganet bahkan membuat petisi di Change.org yang ditujukan untuk Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD). Pembuat petisi, Fachira Anindy mempertanyakan alasan KPPAD yang meminta kasus ini berakhir damai.

Dan untuk saat ini, kasus pengeroyokan Audrey masih berkembang dan terus dilakukan peyelidikan. Tapi kemarin pada tanggal 10 aplril 2019, para tersangka pengeroyokan meminta maaf kepada korban, pihak keluarga, dan masyarakat umum dalam jumpa pers di Mapolresta Pontianak. Mereka didampingi Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat.

Alasan Kasus Pengeroyokan Audrey

Kesimpulan

Itulah alasan kasus pengeroyokan Audrey oleh siswi SMA versi taupedia. Maraknya kasus pengeroyokan dan pembulian dikalangan remaja seperti sekarang, mengingatkan kita betapa pentingnya pendidikan karakter agar diterapkan lebih serius sejak kita masih kecil.

Dan keluarga memegang peranan penting bagi pendidikan karakter seorang anak untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan, budi pekerti, dan moralitas. Sehingga remaja jaman sekarang lebih menghargai orang lain.


0 Comments

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Gif
GIF format