Alasan Indonesia Perlu Pindah Ibukota Negara Dan Biayanya


848
848 points

Presiden Jokowi sempat mengusulkan agar pindah ibukota negara ke luar pulau Jawa. Sebagai pusat pemerintahan, Jakarta sering menghadapi masalah seperti kemacetan dan banjir tahunan yang sangat mengganggu kelancaran aktifitas pemerintahan.

Walaupun menimbulkan pro dan kontra, sebenarnya wacana pindah ibukota negara bukalah hal yang baru. Sudah sejak zaman presiden pertama RI, Sukarno, wacana tentang pemindahan ibukota muncul.

Alasan Kenapa Indonesia Perlu Pindah Ibukota Negara Dan Biayanya

Alasan Perlu Pindah Ibukota Negara

Tapi kenapa ibukota Indonesia perlu dipindahkan? Apakah ada yang salah dengan Jakarta dan segala kemewahannya? Nah langsung aja nih guys, berikut sederet alasan kenapa Indonesia perlu pindah ibukota negara dan biayanya versi taupedia.

Kemacetan Parah Yang Berkelanjutan

Kemacetan memang menjadi permasalahan ibukota Jakarta dan sampai saat ini masih sulit untuk dipecahkan. Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro, kemacetan parah yang terjadi di Jakarta berpotensi mengakibatkan kerugian hingga mendekati 100 triliunan rupiah setiap tahunnya.

Dengan adanya kemacetan, maka waktu tempuh kendaraan bermotor semakin lama dan mengakibatkan konsumsi bahan bakar yang tidak efisien. Bayangkan saja, jutaan kendaraan terpaksa menghabiskan bahan bakar selama beberapa jam hanya untuk bertahan dititik kemacetan. Bila Jakarta terus dijadikan sebagai pusat dari segalanya, maka kemacetan akan semakin sulit untuk diurai.

Banjir Tahunan

Masalah banjir tahunan  bukanlah masalah yang sederhana di Jakarta. Selain karena sistem pengairan yang tidak berfungsi dengan baik, tanah Jakarta juga semakin amblas yang mengakibatkan banyak genangan air semakin meluas setiap tahunnya. Menurut Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB, setiap tahun permukaan tanah Jakarta semakin turun dengan kecepatan 1-12 cm diberbagai daerah.

Hal ini bisa terjadi karena maraknya pembangunan infrastruktur berat seperti jalan, gedung, rumah, dan jembatan. Akibatnya, sungai yang normalnya bisa mengalirkan air hujan ke laut menjadi terhambat dan mengakibatkan genangan-genangan air sampai banjir. Jika pembangunan terus dipusatkan di Jakarta, maka fenomena ini akan berlanjut dan Banjir pun akan sulit untuk ditangani.

Alasan Kenapa Indonesia Perlu Pindah Ibukota Negara Dan Biayanya

Kepadatan Penduduk

Pada mulanya, Jakarta hanya dirancang untuk menampung 600.000 jiwa. Namun kini, Jakarta harus menjadi rumah bagi lebih dari 10 juta jiwa lho. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017, tingkat kepadatan penduduk Jakarta sebesar 15.366 jiwa/km2.

Kepadatan penduduk tentu saja akan membuat kota semakin tidak nyaman untuk ditinggali. Stress yang meningkat akan mengakobatkan tingkat kejahatan lebih tinggi lagi. Maka dari itu kota baru untuk memecah kepadatan penduduk jelas diperlukan.

Kepadatan Penduduk

Kualitas Air Semakin Buruk

Selain potensi pencemaran yang meningkat karena padatnya penduduk, konsumsi air tanah juga terus meningkat. Dengan semakin banyak air tanah yang dipompa keluar, maka air asin dari laut akan mudah menembus lapisan air tanah Kota Jakarta. Kalau hal ini terus terjadi, air tanah yang biasanya digunakan untuk minum dan mandi menjadi lebih asin dan tidak layak digunakan.

Bahkan  kualitas air tanah di beberapa wilayah Jakarta Utara sudah dikategorikan Air Tanah Asin, berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Jakarta tahun 2006.

Kualitas Air Semakin Buruk

Membantu Pertumbuhan Ekonomi

Selama ini pusat pemerintahan dan ekonomi ada di pulau Jawa sehingga perekonomian di Jawa mampu berkembang lebih pesat. Dengan memindahkan pusat pemerintahan ke pulau lain seperti Kalimantan atau wilayah Indonesia Timur, setidaknya pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut juga akan ikut bangkit dan semakin berkembang.

Memeratakan Pembangunan

Jakarta dan pulau Jawa memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai karena pembangunan yang terus diadakan. Disisi lain, masih banyak daerah dan pulau lain yang belum merasakan pembangunan memadai.

Dengan memindahkan ibukota ke luar jawa, diharapkan pembangunan di daerah tersebut juga semakin berkembang. Dengan demikian, pembangunan juga bisa menjadi lebih adil dan tidak hanya terpusat di Jawa saja.

Pemindahan Ibu Kota Butuh Biaya Rp 466 Triliun

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, estimasi biaya yang perlukan untuk pembangunan ibu kota baru yang diperkirakan seluas 40 ribu hektare di luar Pulau Jawa membutuhkan biaya sekitar Rp 466 triliun. Luas lahan 40 ribu hektare dibutuhkan, jika jumlah penduduk mencapai 1,5 juta jiwa.  

Sedangkan untuk skenario kedua dengan luas lahan yang lebih kecil yaitu 30.000 hektare, dikalkulasi membutuhkan biaya sebesar Rp323 triliun. Luas lahan 30 ribu hektare ini untuk 870.000 jiwa.

Indonesia Perlu Pindah Ibukota Negara

Kesimpulan

Itulah sederet alasan kenapa Indonesia perlu pindah ibukota negara dan biayanya versi taupedia. Memindahkan ibukota bukanlah pekerjaan yang mudah. Butuh banyak persiapan untuk menentukan kota mana yang cocok menjadi pusat pemerintahan baru. Tapi jika hal ini bisa dilakukan untuk mengembangkan dan menumbuhkan wilayah luar pulau Jawa, wacana ini tentu layak untuk dipertimbangkan.    


0 Comments

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Gif
GIF format