Kesalahpahaman Penyakit Demam Berdarah dan Nyamuknya


Saat ini, penyakit demam berdarah (DBD) sedang berkembang di Indonesia. Dari awal tahun hingga 29 Januari 2019, menurut kompas tercatat ada 13.683 kasus demam berdarah. Banyak cara yang telah dilakukan masyarakat untuk memusnahkan nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD.

Kesalahpahaman Penyakit Demam Berdarah

Sayangnya, cara yang telah dilakukan tidak efektif karena kesalahpahaman tentang DBD dan nyamuknya. Berikut beberapa kesalahpahaman terbesar tentang penyakit Demam Berdarah (DBD) dan nyamuknya versi taupedia.

Kesalahpahaman Terbesar Penyakit Demam Berdarah

Orang Yang Pernah Terkena DBD Akan Kebal Seumur Hidup

Banyak orang yang percaya kalau pernah terkena DBD sekali, maka tidak akan terserang lagi seumur hidup. Menurut Dr. Leonard Nainggolan SpPD-KPTI, ada empat serotipe virus Dengue atau penyebab dbd yaitu DEN-3, DEN-2, DEN-1, dan DEN-4.

Kalau sudah terkena DBD sekali misalnya oleh DEN-1, tubuh memang akan kebal terhadap serotipe. Tapi kamu masih bisa terinfeksi DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. menurut Dr. Leonard, kalau sudah kena empat kali tidak akan kena DBD yang kelima.

Kesalahpahaman Terbesar Penyakit Demam Berdarah

Nyamuk DBD Suka Bertelur Di Air Kotor

Banyak yang beranggapan kalau nyamuk Aedes Aegypti suka bertelur di air kotor. Makanya banyak masyarakat hanya melakukan pengasapan atau fogging di luar rumah seperti got. Menurut Prof dr Saleha Sungkar, DPA&E, MS, SpParK, nyamuk DBD justru mencari air jernih yang tidak terkena matahari langsung untuk bertelur seperti di bak mandi.

Sekalinya telurnya menempel di bak, telur nyamuk bisa bertahan hidup tanpa air hingga enam bulan dan akan menetas kembali ketika bertemu dengan air. Oleh karena itu, Dr. Saleha menyarankan untuk melaksanakan 3M yakni menutup tempat penampungan air bersih, menguras tempat penampungan air, dan mendaur ulang atau memusnahkan barang-barang bekas seminggu sekali.

Kesalahpahaman Terbesar Penyakit Demam Berdarah

Nyamuk DBD Tidak Sampai Ke Tingkat Gedung Yang Tinggi

Dr. Saleha juga menjelaskan, secara horizontal nyamuk bisa terbang hingga jarak 50 sampai 100 meter. Namun bila beristirahat, nyamuk bisa mencapai jarak 200 meter. Kalau secara vertikal, nyamuk bisa terbang hingga ketinggian 15 sampai 20 meter. Oleh karena itu jika kalian yang tinggal di apartemen, lebih baik tetap melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk dengan langkah 3M tadi.

Nyamuk DBD Tidak Sampai Ke Tingkat Gedung Yang Tinggi

Anak Yang Terkena DBD Harus Dibalut Pakaian Berlapis

Bila anak mengalami penyakit demam berdarah, tentu wajar jika orang tua merasa khawatir. Tapi harus lebih hati-hati ya, karena banyaknya mitos bisa membuat kondisi anak semakin buruk. Salah satu mitos yang terkenal adalah membalut anak berlapis ketika demam.

Menurut Dr. Mulya Rahma Karyanti, SpA(K), MSc, penanganan DBD pada anak yang benar adalah dengan istirahat total, memberikan kompres air hangat terutama pada lipat ketiak dan pangkal paha serta membiarkan panas keluar lewat pori-pori.

Dan kalau memakaikan anak baju berlapis-lapis, justru membuat panas tertahan. Dr. Karyanti menyarankan untuk memakaikan pakaian tipis pada anak yang mengalami DBD dan jangan mengompres anak dengan bumbu-bumbu dapur, seperti daun salam, karena kulit anak yang sensitif bisa alergi dan lecet.

Anak Yang Terkena DBD Harus Dibalut Pakaian Berlapis

Pasien DBD Butuh Transfusi Trombosit

Di tengah wabah DBD biasanya permintaan akan trombosit meningkat di sejumlah daerah. Namun, sebetulnya pasien DBD tidak selalu membutuhkan transfusi trombosit. Dr. Leonard menganjurkan untuk memberikan cairan pengganti yang mengandung glukosa dan elektrolit seperti susu, jus buah, teh manis dengan garam, dan air cucian beras.

Menurutnya, angka trombosit akan naik dengan sendirinya ketika DBD berhasil ditangani sehingga kalian tidak perlu berupaya menaikkan trombosit ketika terkena DBD.

Kesalahpahaman Terbesar Penyakit Demam Berdarah

Kesimpulan

Itulah beberapa kesalahpahaman terbesar tentang penyakit demam berdarah (DBD) dan nyamuknya versi taupedia. Semoga setelah mengetahui fakta tentang penyakit ini dan nyamuk penyebabnya, kita jadi lebih peka terhadap lingkungan dan selalu menjaga kebersihan.


0 Comments

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Gif
GIF format