Mitos dan Fakta HIV AIDS Yang Perlu Dipahami


835
835 points

Kalian pasti sering mendengar penyakit mematikan HIV AIDS. HIV AIDS bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga bisa menyebabkan komplikasi parah hingga kematian. Pemahaman yang keliru mengenai penyakit ini justru mendorong sejumlah perilaku yang bisa menyebabkan banyak orang terjangkit HIV positif. Oleh karena itu penting bagi kita untuk tau fakta HIV AIDS.

Mitos dan Fakta HIV AIDS

Mitos-mitos yang belum tentu benar tentang HIV dan AIDS membuat pandangan negatif kepada para pengidapnya sehingga mereka enggan untuk melakukan pengobatan. Agar tidak ada salah pemahaman lagi, berikut mitos dan fakta HIV AIDS yang perlu dipahami versi taupedia.

Mitos dan Fakta HIV AIDS

Mitos 1

HIV Sama Dengan AIDS

Banyak orang yang mengira kalai HIV dan AIDS adalah penyakit yang sama, padahal HIV dan AIDS merupakan dua hal yang berbeda. HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan nama virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Sedangkan AIDS merupakan penyakit kronis atau kelanjutan dari infeksi HIV jangka panjang setelah sistem imun tubuh akhirnya rusak.

Pengidapnya AIDS sangat berisiko terhadap masalah kesehatan lain yang lebih serius. Jadi, tidak semua orang yang positif HIV otomatis akan terjangkit AIDS. Pengobatan HIV diberikan untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan virus dan otomatis juga mencegah risiko AIDS.

Mitos dan Fakta HIV AIDS

Mitos 2

Bisa Tertular HIV Jika Tinggal Atau Bergaul Dengan Penderita

Mungkin banyak yang berfikir kalau bersentuhan atau menggunakan barang yang sama dengan penderita kita bisa tertular. Padalah, dari beragam penelitian membuktikan, kalau HIV dan AIDS tidak akan menular melalui sentuhan kulit seperti bersalaman, berpelukan, atau tidur di atas ranjang yang sama tapi melalui air mata, keringat, atau pertukaran air liur saat berciuman.

Centers for Disease Control and Prevention US (CDC) menilai cairan tubuh lainnya termasuk air liur hanya memiliki sangat sedikit residu antibodi HIV sehingga risiko infeksi tergolong sangat rendah.

HIV hanya bisa ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh tertentu yang mengandung konsentrasi tinggi dari antibodi HIV seperti darah, sumsum tulang belakang, air mani, cairan vagina dan anus serta ASI. HIV ditularkan ketika salah satu cairan dari orang yang positif HIV masuk melalui selaput lendir, luka terbuka, atau goresan di kulit orang yang tidak terinfeksi.

Mitos dan Fakta HIV AIDS

Mitos 3

HIV AIDS Tidak Bisa Disembuhkan

Sampai saat ini memang belum ada obat penawar HIV AIDS. Pengobatan yang tersedia hanya untuk membantu menekan perkembangan penyakitnya, mencegah risiko penularan, dan mengurangi risiko kematian akibat komplikasi.

Setidaknya obat HIV bisa membantu penderita hidup lebih sehat dan normal. Tapi agar bisa hidup lebih sehat, obat retroviral harus rutin dikonsumsi seumur hidup. Jika sering lupa minum obat HIV, maka virus akan menjadi kebal obat dan bisa menimbulkan berbagai efek samping parah di kemudian hari.

Mitos dan Fakta HIV AIDS

Mitos 4

Selama Minum Obat, Maka Tidak Akan Menularkan Penyakit

Walaupun obat retroviral diminum secara rutin untuk mengendalikan gejala penyakitnya, penderita tetap berisiko menularkan virus HIV pada orang lain jika tidak berhati-hati. Penelitian menunjukkan bagaimanapun juga darah atau cairan tubuh yang hanya sedikit mengandung virus HIV tetap berisiko menularkan penyakit.

Minum Obat

Mitos 5

Ibu Hamil Dengan HIV Positif Akan Selalu Menularkan HIV Kepada Janinnya

Penularan infeksi ibu ke anak merupakan salah satu cara penyebaran virus. Ibu hamil positif HIV yang tidak menjalani perawatan memiliki peluang penularan 1:4 kepada janin di dalam kandungannya. Saat ibu dan janin menerima pengobatan yang tepat, peluang risiko infeksi pada bayi akan menurun hingga 1-2 persen.

Ibu Hamil Dengan HIV Positif Akan Selalu Menularkan HIV Kepada Janinnya

Mitos 6

Jika Pasangan Sama-Sama Pengidap HIV Tidak Perlu Melakukan S*ks Aman

Walaupun sepasang kekasih sama-sama positif HIV/AIDS, akan tetap penting untuk selalu melakukan s*ks aman. Berhubungan intim memakai kondom tetap berlaku karena dua orang yang positif HIV bisa memiliki genetik virus yang berbeda.

Jika kedua penderita melakukan hubungan tanpa kondom, masing-masing virus dapat menginfeksi satu sama lain dan berevolusi untuk menyerang tubuh dengan dua tipe virus yang berbeda. Hal ini bisa memperparah penyakit masing-masing penderita dan mungkin akan membutuhkan perubahan terapi dan dosis obatnya.

Jika Pasangan Sama-Sama Pengidap HIV Tidak Perlu Melakukan Seks Aman

Mitos 7

HIV AIDS Adalah Hukuman Mati

Pada tahun-tahun awal penyakit ini ditemukan, angka kematian akibat HIV/AIDS memang sangat tinggi. Para penderita biasanya hanya bertahan hidup sekitar 3 tahun. Sedangkan harapan hidup tanpa pengobatan akan turun hingga sekitar 1 tahun. Namun sejak perkembangan sains modern, obat retroviral memungkinkan para penderita HIV untuk hidup lebih lama serta dapat beraktivitas normal dan tetap produktif.

Mitos dan Fakta HIV AIDS Yang Perlu Dipahami

Mitos 8

HIV AIDS Bisa Ditularkan Lewat Gigitan Nyamuk

HIV memang ditularkan melalui darah, namun sampai detik ini tidak ada bukti medis yang dapat menunjukkan bahwa gigitan nyamuk bisa jadi perantara penyebaran virus HIV.

Mitos dan Fakta HIV AIDS Yang Perlu Dipahami

Kesimpulan

Itulah mitos dan fakta HIV AIDS versi taupedia. Penyakit hiv aids memang sangat berbahaya dan bisa mematikan. Alangkah baiknya hindari pergaulan bebas dan juga hubungan intim diluar nikah. Khusus buat para penderita, kalian bisa melakukan pengobatan yang sesuai agar bisa membantu untuk beraktifitas lebih produktif seperti orang normal.


0 Comments

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Gif
GIF format