Pemulangan WNI Eks ISIS


Belakangan ini, wacana pemulangan WNI eks ISIS sedang ramai dibicarakan. Tentu saja, hal ini menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak. Tidak sedikit pihak yang menolak pemulangan mereka karena dikhawatirkan bisa mengancam keamanan negara. Bahkan, Presiden Jokowi secara pribadi juga menolak kepulangan mereka ke tanah air.

Nah Langsung aja nih guys, berikut ini adalah wacana pemulangan WNI eks ISIS ke tanah air versi Taupedia.

Asal Muasal Wacana Pemulangan Eks ISIS Muncul

Wacana pemulangan WNI eks ISIS berawal dari pertukaran informasi intelijen internasional. Berdasarkan WHO pada 14 Maret 2019, ada sekitar 66.000-67.000 ribu pengungsi di kamp pengungsian. Jumlah pengungsi melebihi kapasitas karena kamp cuma bisa menampung 10.000 orang. Otoritas Kurdi yang selama ini mengurus pengungsi eks ISIS pun mendesak dunia internasional untuk memulangkan warganya ke negara asal.

BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) menyebutkan, ada sekitar 600 orang yang mengaku sebagai warga negara Indonesia di 3 camp di Suriah. Komjen Suhardi Alius menjelaskan, kebanyakan dari mereka bukan petempur melainkan perempuan dan anak-anak. Wacana pemulangan menjadi bahan pertimbangan lebih karena sebagian besar dari mereka juga telah membakar paspor Indonesia.

Pemulangan WNI Eks ISIS - Setuju atau Tidak?

Penolakan Pemulangan WNI Eks ISIS

Wacana pemulangan mantan teroris ISIS ini tentu mendapat banyak penolakan dari berbagai pihak dan berbagai tokoh. Presiden Jokowi sendiri mengatakan kalau dirinya tidak setuju atas pemulangan warga WNI mantan ISIS. Tapi meskipun begitu, Jokowi memastikan akan mengkaji kembali wacana ini dengan sejumlah kementrian.

Sikap Menteri Menko Polhukam  Mahfud MD juga sama dengan Presiden, menolak kehadiran teroris pendukung ISIS tersebut. Tidak hanya pihak pemerintah, sejumlah tokoh agama juga menolak dengan tegas pemulangan mereka. Diantaranya ketua umum PBNU Said Aqil Siroj dan seorang cendekiawan muslim, Azyumardi Azah.

Disisi lain, menurut komisioner Komnas HAM Choirul Anam, menurutnya WNI Eks ISIS belum kehilangan kewarganegaraan mereka. Mereka bisa dipulangkan ke tanah air namun dengan syarat ketat.

Pemulangan WNI Eks ISIS - Setuju atau Tidak?

Jika Dipulangkan, Akan Mendapat Deradikalisasi

Walaupun perkara ini tidak mudah, BNPT dan pemerintah akan terus mengkaji kembali pemulangan WNI eks ISIS dengan sejumlah kementrian dan lembaga. BNPT membuka opsi untuk memulangkan perempuan dan anak-anak dengan kriteria khusus.

Jika mereka nantinya benar-benar dipulangkan, WNI mantan anggota ISIS akan mendapat deradikalisasi yang melibatkan sejumlah pihak termasuk ulama. Tapi sampai saat ini, pemerintah masih belum memutuskan untuk memulangkan atau tidak WNI yang sempat ikut gerakan terorisme ISIS.

ISIS

Kesimpulan

Itulah pro dan kontra wacana pemulangan warga negara Indonesia mantan anggota ISIS versi Taupedia. Kalau menurut kalian, apakah kalian setuju kalau mereka dipulangkan lagi ke Indonesia? Jangan lupa ya untuk komen di bawah.


1714
3.5k shares, 1714 points