Proses Pembuatan Uang Kertas Indonesia


Kalian tahu ga sih proses pembuatan uang kertas Indonesia?

Pasti banyak yang berfikir, kalau uang adalah segalanya dan bisa menjamin hidup nyaman kan?

Nyatanya, uang hanyalah barang ciptaan manusia dan tidak selalu menjamin kebahagiaan.

Proses Pembuatan Uang Kertas Indonesia

Uang kertas yang sehari-hari kita pakai, ternyata diproduksi oleh Perum Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia).

Proses pencetakan uang bukanlah urusan sepele dan membutuhkan banyak tahapan.

Nah langsung aja nih guys, berikut ini adalah proses pembuatan uang kertas Indonesia versi taupedia.

Siapakah Yang Mencetak Uang di Indonesia?

Seperti yang kita tau, uang kertas dan uang logam yang beredar di Indonesia dicetak oleh Perum PERURI (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia).

Siapakah yang mencetak uang di Indonesia?

Perum Peruri yang berlokasi di kawasan industri di Karawang merupakan satu-satunya perusahaan BUMN yang diberi kewenangan oleh Bank Indonesia untuk mencetak uang.

Jadi intinya, Perum PERURI hanya berperan sebagai pabrik pencetak uang.

Segala peraturan dan kebijakan pencetakan uang diatur penuh oleh Bank Indoensia.

Bahan Apa Yang Digunakan Untuk Mencetak Uang Kertas?

Bahan yang digunakan untuk mencetak uang kertas yaitu berasal dari serat kapas.

Kenapa serat kapas? Karena serat kapas dinilai lentur dan tidak mudah sobek.

Bahan Apa Yang Digunakan Untuk Mencetak Uang Kertas?

Bahan baku uang yang berupa kertas khusus ini hanya disediakan oleh Bank Indonesia.

Bahan baku uang kertas kemudian dikirim ke Perum PERURI untuk dicetak menjadi uang.

Sehingga, uang yang dicetak jumlahnya sesuai dengan jumlah yang Bank Indonesia pesan, tidak bisa ditambahi atau dikurangi.

Lalu Bagaimana Proses Pembuatan Uang Kertas Indonesia?

Proses pembuatan uang kertas Indonesia itu cukup rumit karena melewati berbagai tahap.

Setelah mendapatkan bahan baku berupa bilyet atau lembaran kertas besar, kertas tersebut kemudian dimasukan ke dalam mesin offset untuk mencetak detail gambar menggunakan tinta khusus.

Proses Pembuatan Uang Kertas Indonesia

Setelah selesai dicetak, barulah dilakukan pemotongan.

Dalam satu lembar bilyet bisa menghasilkan 45–50 lembar uang kertas.

Setelah dipotong menjadi lembaran uang, proses selanjutnya yaitu pengecekan dan pemberian nomor seri.

Barulah uang kertas ditumpuk dan disusun.

Setelah melakukan finishing atau pemeriksaan akhir, tumpukan uang kertas baru cetak tadi akan dikirim kembali ke BI.

Intinya nih guys, jumlah produksi uang kertas dilakukan sesuai pemesanan dari BI dan dilakukan setiap hari.

Berapa Jumlah Uang Yang Dicetak Setiap Hari?

Pasti banyak yang penasaran kan berapa jumlah uang yang dicetak setiap hari?

Jumlah uang yang dicetak ternyata disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Direktur Produksi Perum Peruri, Saeful Bahri, setiap harinya mereka mencetak uang kurang lebih sekitar 60 juta rupiah.

Kenapa Tidak Mencetak Uang Sebanyak-banyaknya Untuk Membayar Hutang Negara?

Pasti kalian berfikir, kalau mencetak uang sebanyak-banyaknya maka bisa melunasi hutang negara dan juga bisa membagikan uang kepada masyarakat yang membutuhkan kan?

Nyatanya nih guys, mencetak uang itu bukanlah hal yang sepele karena uang yang dicetak dan uang yang beredar harus disesuaikan kebutuhan masyarakat.

Perlu kalian tahu, kalau mencetak uang secara besar-besaran bukan berarti menyelesaikan masalah tapi justru menambah masalah.

Kenapa? Karena harga barang di pasar tergantung dari perbandingan jumlah uang dan jumlah persediaan barang.

Jika barang yang beredar lebih banyak dari jumlah uang yang beredar, maka harga akan cenderung turun.

Tapi sebaliknya, jika jumlah barang lebih sedikit dari jumlah uang yang beredar, maka harga akan cenderung naik atau biasa disebut dengan inflasi.

Dulu pada masa pemerintahan Soekarno tahun 1963-1965 , negara Indonesia ternyata pernah mencoba untuk mencetak uang sebanyak-banyaknya lho guys.

Tapi yang terjadi bukannya negara menjadi kaya, sebaliknya nilai mata uang Indonesia justru merosot drastis bahkan sampai tidak ada harganya lagi.

Saat itu, mencetak uang sebanyak-banyaknya malam menimbulkan hiperinflasi mencapai 600%.

Hiperinflasi menyebabkan harga barang dan kebutuhan pokok dipasaran menjadi sangat mahal.

Kondisi ini kemudian menyebabkan krisis keuangan dan demo besar-besaran.

Akibatnya, pemerintah melakuka pemotongan nila mata uang dari 1000 rupiah menjadi 1 rupiah.

Dari pengalaman inilah membuktikan kalau mencetak uang sebanyak-banyaknya bukanlah solusi.

Harus diperhitungkan dengan tepat sesuai kebutuhan masyarakat.

Kesimpulan

Nah itulah proses pembuatan uang kertas Indonesia versi taupedia.

Intinya nih guys, mencetak uang tidak semudah mencetak kertas yang bisa dilakukan sebanyak apapun.

Jumlah uang yang dicetak dan beredar ditentukan oleh BI dan disesuaikan dengan kebutuhan rakyat.


1729
5.1k shares, 1729 points