Perbincangan pelengseran Gus Dur mulai mencuat setelah penemuan dokumen yang diduga berisi skenario pelengseran Gus Dur. KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sendiri dilengserkan secara politis, setelah 20 bulan menjabat menjadi Presiden tepatnya pada tanggal 23 Juli 2001 lalu. Gus Dur dilengserkan oleh parlemen melalui Sidang Istimewa (SI) MPR RI yang saat itu dipimpin oleh Amien Rais dengan beberapa tuduhan.

Skenario Pelengseran Gus Dur - Penemuan Dokumen Rahasia

Kenyatannya, sejumlah tuduhan yang diarahkan kepada Gus Dur tidak terbukti satupun secara hukum sampai sekarang. Bahkan dibeberapa kesempatan, Gus Dur menyatakan kalau persoalan yang menimpa dirinya merupakan murni persoalan politik kekuasaan yang sengaja dimanfaatkan oleh sejumlah orang. Nah langsung saja nih guys, berikut ini adalah skenario pelengseran Gus Dur versi taupedia.

1. Surat Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Orang yang pertama kali menemukan bukti surat rencana skenario pelengseran Gus Dur adalah seorang jurnalis lepas bernama Virdika Rizky Utama. Surat tersebut dibuat pada tanggal 29 Januari 2001 lalu.

Sebenarnya, Virdika secara tidak sengaja menemukan surat tua itu ketika dia selesai meliput acara satu tahun perkembangan renovasi Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar di Jakarta Barat pada bulan oktober 2017 lalu.

Surat Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Saat itu, dia melihat tumpukan kertas tergeletak sembarangan dan akan dikilokan oleh petugas kebersihan. Sebelum dikilokan, Virdika kemudian meminta tumpukan kertas tersebut.

Secara mengejutkan, dia malah menemukan sebuah surat bercap confidential yang ternyata berisi rincian skenario elite politik Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) untuk melengserkan Presiden Gus Dur pada 2001.

Dari penemuan surat itulah, Virdika kemudian terinspirasi menulis sebuah buku berjudul “Menjerat Gusdur” yang telah terbit pada bulan Desember 2019 lalu. Buku yang berisi detail skenario pelengseran Gus Dur ini bahkan diterbitkan oleh Numedia Digital Indonesia.

2. Isi Surat Skenario Pelengseran Gus Dur

Surat tersebut ternyata dibuat oleh politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) saat itu yang bernama  Fuad Bawazier. Surat buatan Fuad ditujukan untuk Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR RI saat itu Akbar Tandjung yang juga alumni HMI.

Dalam surat itu, Fuad melaporkan tentang jalannya operasi pelengseran Gus Dur yang dinamai Skenario Semut Merah atau SEMER. Bahkan Konsolidasi elite politik tersebut melibatkan nama-nama besar seperti Amien Rais, Hidayat Nur Wahid, Sudono Salim, Arifin Panigoro, Surya Paloh, dan Din Syamsuddin.

Alasan Gus Dur Dilengserkan

Dilansir dari mojok.co, dalam surat yang berisi 3 halaman itu Fuad memaparkan pihak-pihak yang sudah dikoordinasi, antara lain:

  1. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta se-Indonesia yang dikoordinir via sekretariat Badan Koordinasi HMI Jakarta di Jalan Cilosari 17 Cikini dan Sekretariat Pengurus Besar (PB) HMI Jalan Diponegoro 16 Menteng, keduanya di Jakarta Pusat.  Kemudian ormas Islam di Masjid Sunda Kelapa, Masjid Istiqlal (keduanya Jakarta Pusat), dan Masjid Al-Azhar (Jakarta Selatan). Massa ini diorganisir oleh Ketua PB HMI 1999-2001 M. Fakhrudin.
  2. Massa Pemuda Partai Keadilan yang diorganisir Hidayat Nur Wahid.
  3. Massa Gerakan Pemuda Ka’bah yang diorganisir Ali Marwan Hanan.
  4. Massa Partai Bulan Bintang yang diorganisir Hamdan Zoelva.
  5. Massa Partai Amanat Nasional yang diorganisir Patrialis Akbar.
  6. Massa rakyat dan preman yang diorganisir Japto Soerjosoemarno, Ketua Pemuda Pancasila.
  7. Massa KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), AHPI, BM PAN (Barisan Muda Partai Amanat Nasional), HAMMAS, dan IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) yang dikoordinir ketua umum masing-masing.
  8. Zoelvan Lindan dan Julius Usman.
  9. Bendahara Umum Golkar, didukung oleh Bambang Tri Atmojo, Lim Sioe Liong (Sudono Salim), dan Arifin Panigoro yang memborong dolar untuk menjatuhkan nilai tukar rupiah.
  10. Parni Hadi dan Surya Paloh yang mengoordinir media massa cetak dan elektronik untuk “mem-blow up secara kolosal dan provokatif semua pemberitaan berkaitan dengan tuntutan mundur terhadap Abdurrahman Wahid”.
  11. Azyumardi Azra, Dr. Syahrir (Sjahrir), dan rekan-rekan KAHMI (Korps Alumni HMI) sebagai kalangan cendekiawan yang menggiring opini publik bahwa Gus Dur gagal mengemban amanat Reformasi.
  12. Din Syamsuddin lewat MUI, memakai kasus Ajinomoto untuk memaksa ulama dan tokoh agama mencabut dukungan kepada Gus Dur.
  13. Dan puncaknya, Amien Rais bisa bermain lincah untuk melakukan penggembosan dari dalam lewat isyu ketidakbecusan Megawati dalam mengatasi krisis ekonomi dan penyelesaian disintegrasi bangsa.

Sedangkan peranan Fuad Bawazier sendiri memegang komando puncak untuk pengerahan massa dan opini dari luar Gedung MPR/DPR.

3. Alasan Gus Dur Dilengserkan

Menurut penelusuran Virdika, skenario pelengseran dilakukan karena ketika menjabat sebagai presiden, Gus Dur tidak mau diatur koalisi dan diajak kompromi. Sebagai contoh, Gus Dur menolak permintaan Amien Rais untuk mengangkat Fuad Bawazier menjadi menteri keuangan dan malah memecat Laksamada Sukardi (politisi PDIP) dan Jus uf Kalla (politisi Golkar) karena tuduhan KKN.

Saat itu, Gus dur dilengserkan agar Megawati menggantikannya sebagai presiden ke-5 dan dianggap lebih mudah di atur.

4. Tanggapan Resmi Fuad Bawazier

Dilansir dari CNNIndonesia, Fuad Bawazier membantah tudingan surat tersebut. Fuad menyebut buku tersebut tak lebih dari sebuah tulisan sampah yang tak layak dibaca. 

Tanggapan Resmi Fuad Bawazier

Walaupun surat ini sekilas aneh, namun menurut penulis Ketua PB HMI yang disebut dalam surat yang bernama M. Fakhruddin mengaku memang terjadi sejumlah rapat penjatuhan Gus Dur di rumah Arifin Panigoro.

Kesimpulan

Nah itulah bukti penemuan surat yang diduga berisi skenario pelengseran Gus Dur. Sekarang, sedikit sekali orang yang memikirkan bangsa Indonesia karena para politikus rata-rata hanya bergerak untuk kepentingan masing-masing.

Menurut kalian, apakah benar pelengseran Gus Dur sudah direncanakan seperti yang tertera dalam surat? Jangan lupa untuk komen di bawah ya.


Comments

comments