Ciri-ciri Ulama Allah Dan Drama Politik Ijtima Ulama 2019


Banyak sekali konflik dan drama politik seperti ijtima ulama yang terjadi sepanjang pilpres 2019. Sejumlah tokoh agama dan para politisi bekerja sama untuk tujuan tertentu. Ulama yang satu mengajak perang dan ulama yang satunya lagi mengajak damai. Lalu manakah yang harus kita ikuti? Manakah yang sebenar-benarnya ulama?

Bukankah gelar ulama hanya Tuhan yang tau karena hanya Tuhan yang dapat menilai kadar ketakwaan dan keimanan seseorang. Tapi kenapa sekarang banyak sekali orang yang menganggap dirinya sebagai ulama? Sudah sepatutnya seorang ulama itu menyamankan bukan menyeramkan, membenarkan bukan menyalahkan, mendamaikan bukan meributkan.

Sebagai ulama sudah sepatutnya berkerjasama bukan berpolitik. Kita sebagai pengikut  memang sepatutnya mengikuti ulama, namun salah memilih ulama itu sama saja kita menyatakan perang dengan Allah. Karena Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ عَادَى لِي وَلِيَّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ

“Barangsiapa yang memusuhi waliKu, maka Aku umumkan perang dengannya.”

Ciri-ciri Ulama Allah Dan Ijtima Ulama

Lalu bagaimanakah ciri-ciri ulama Allah yang sesungguhnya? Nah langsung aja nih guys, berikut ciri-ciri ulama Allah dan drama politik ijtima ulama pilpres 2019.

Gelar Ulama Adalah Pemberian Dari Allah

Mengenal ciri-ciri ulama yang benar sangatlah penting karena di Indonesia banyak orang yang hanya karena pandai berbicara dan melawak dianggap sebagai ulama. Padahal tak jarang diantara mereka setelah memiliki pengikut banyak kemudian berubah haluan menjadi seorang politikus.

Ciri-ciri Ulama Allah Dan Drama Politik Ijtima Ulama 2019

Gelar ulama sebenarnya adalah pemberian dari Allah SWT kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Ulama bukanlah sebuah gelar yang bisa diperoleh dengan jenjang pendidikan tinggi, dengan nilai ijazah yang terbaik, atau gelar yang didapat karena jumlah pengikutnya yang setia dan banyak jumlahnya.

Perlu diingat ya guys, gelar ulama adalah pemberian Allah karena hanya Allah yang mempunyai hak dan yang paling tau kadar ketakwaan dan keimanan seseorang bukannya gelar yang bisa diklaim atau diberikan kepada sembarang orang.

Ulama Tidak Mengakui Dirinya Ulama

Jaman sekarang banyak orang yang secara tidak langsung mengakui dirinya lebih berilmu, merasa lebih pandai, bahkan mengklaim dirinya sebagai seorang ulama dengan segala kebanggaannya.

Banyak orang di negara kita yang mudah tertipu dengan kefasihan, kepandaian beragama, atau pendidikan seseorang. Sehingga mereka memuji mujinya dan menganggapnya sebagai ulama. Padahal mereka bukanlah ulama sebenarnya. Ulama yang sebenarnya tidak akan mengakui dirinya ulama karena dia sadar dirinya tidak bisa apa apa dan yang punya hak memberi gelar ulama hanya Allah SWT.

Ciri-ciri Ulama Allah Dan Drama Politik Ijtima Ulama 2019

Tidak Menginginkan Kedudukan, Pujian, Dan Tidak Menyombongkan Diri

Ibnu Rajab al-Hanbali Rahimahullah mengatakan, “Ulama adalah orang-orang yang tidak menginginkan kedudukan, membenci segala bentuk pujian, dan tidak menyombongkan diri atas seorang pun.”

Al-Hasan Rahimahullah mengatakan, “Orang faqih adalah orang yang zuhud (tidak cinta duniawi)  dan cinta kepada akhirat, bashirah (berilmu) tentang agamanya dan senantiasa dalam beribadah kepada Rabb-nya.”

Ciri-ciri Ulama Allah

Tidak Bangga dan Tidak Mengakui Dirinya Berilmu

Ibnu Rajab al-Hambali Rahimahullah juga mengatakan, “Ulama adalah orang yang tidak mengaku-aku dirinya berilmu, tidak bangga dengan ilmunya atas seorang pun, dan tidak serampangan menghukumi orang yang jahil sebagai orang yang menyelisihi as-Sunnah.”

Ciri-ciri Ulama Allah

Meneruskan Tugas Nabi Mengamalkan Ilmunya

Arti ulama sendiri adalah Warosatul Anbiya atau pewaris para nabi. Jika ulama adalah pewaris nabi, maka dia bertugas membina dan membimbing umat Islam baik dalam masalah agama maupum sehari hari baik dari sisi keagamaan maupun sosial kemasyarakatan dan semata-mata karena mencari keridhaan Allah SWT.

Ciri-ciri Ulama Allah

Sederhana Dalam Ucapan, Perbuatan, Pakaian, dan Tempat Tinggal

Kesederhanaan menjadi penting bagi seorang ulama karena dia adalah salah satu indikator sikap zuhud yaitu tidak cinta dunia. Seorang ulama tidak mengejar hal duniawi baik kekayaan, kekuasaan, atau lainnya yang bisa membuat terlena dan melupakan sang kuasa.

Sederhana Dalam Ucapan, Perbuatan, Pakaian, dan Tempat Tinggal

Drama Politik Ijtima Ulama Pilpres 2019

Setelah tahu ciri ciri ulama, setidaknya kita bisa mengetahui siapa yang sesungguhnya pantas untuk menyandang gelar ulama agar kita tidak mudah tertipu dengan orang yang mengakui dirinya ulama. Apalagi sepanjang pesta demokrasi 2019, banyak drama politik yang mengatasnamakan ulama seperti ijtima ulama.

Contoh kejadian terbaru yaitu ijtima ulama 3 yang telah diadakan pada 1 mei 2019 lalu.  Hasil dari ijtima ulama 3 sendiri yaitu menyikapi kecurangan pilpres 2019 dan menginginkan Capres dan Cawapres nomor 01 Jokowi-Maruf didiskualifikasi.

Hasil ijtima ulama 3 tentu berpotensi memicu konflik di masyarakat. Oleh karena itu Multaqo ulama atau pertemuan antara ulama, habaib, dan cendekiawan muslim digelar pasca ijtima ulama 3 untuk membuat suasana lebih kondusif. Mereka mengajak umat Islam tidak terprovokasi aksi inkonstitusional.

Drama Politik Ijtima

Kesimpulan

Itulahciri-ciri ulama Allah dan drama politik ijtima ulama pilpres 2019.Pembahasan ini bertujuan untuk memberi gambaran yang benar kepada sebagian muslimin yang telah memberikan gelar ulama kepada orang yang tidak pantas untuk menyandangnya.

Salah memilih ulama dapat berakibat kita di tuntut pertanggung jawaban kelak dihadapan Tuhan. Dan sebagai rakyat biasa lebih baik kita tidak ikut-ikutan urusan politik negara yang penuh drama dan lucu, yang penting hidup kita tetap damai dan aman.


0 Comments

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Gif
GIF format